Jika berkunjung ke Nagasaki, sempatkan mampir ke Museum Sastra Endō Shūsaku yang berdiri di kawasan pesisir Sotome. Museum ini tak hanya menyimpan perjalanan hidup sang novelis ternama, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah umat Kristen tersembunyi di Jepang yang menginspirasi lahirnya novel Silence.
Museum ini berada di kawasan Sotome, wilayah yang menjadi latar utama novel Silence karya Endō Shūsaku. Novel yang terbit pada 1966 tersebut mengangkat pergulatan iman umat Kristen Jepang pada masa pelarangan agama Kristen dan telah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa serta dikenal luas di berbagai negara.
Di dalam museum, pengunjung dapat melihat naskah asli, koleksi pribadi, hingga kisah perjalanan hidup Endō. Inspirasi penulisan Silence bermula saat ia menemukan fumie, lempeng bergambar Yesus atau Maria yang pada masa lalu digunakan untuk menguji kesetiaan umat Kristen dengan cara menginjaknya. Pengalaman itu mendorong Endō menulis kisah yang mengangkat pergulatan antara keyakinan, pengkhianatan, dan kemanusiaan.
Selain koleksinya, museum ini juga terkenal karena panorama Laut Sumōnada dan pemandangan matahari terbenam yang memukau. Endō bahkan pernah menyebut kawasan Sotome sebagai "tempat yang Tuhan siapkan untuknya", menjadikan museum ini bukan hanya destinasi sastra, tetapi juga tempat untuk menikmati sejarah, budaya, dan keindahan alam Nagasaki.