SHARE THIS ARTICLE

Orang Jepang sangat dikenal menyukai segala hal yang berbau kawaii. Pakaian, makeup, pernak pernik, bahkan hingga papan peringatan, rasanya tak ada yang lolos dari ‘serangan’ kawaii. Tak sulit untuk menemukan segala sesuatu yang bernuansa kawaii di Jepang, sehingga tak heran jika negara tersebut dikenal sebagai surganya kawaii.

Tapi pernahkah terpikir mengapa orang Jepang begitu tergila-gila dengan kawaii? Apakah fenomena tersebut muncul begitu saja, atau ada latar belakang sejarah tertentu? Yumi Nakata, melalui blog-nya di Gaijinpot mengemukakan beberapa teori mengapa orang Jepang sangat menyukai kawaii. Inilah alasannya:

1. Kawaii identik dengan bayi, anak-anak, dan hewan kecil. Budaya Jepang sangat menghargai kemudaan dan masa muda. Wanita ingin selalu terlihat muda, sementara pria Jepang tertarik dengan wanita muda seperti para idol di AKB48.

2. Orang Jepang punya jam kerja yang sangat panjang dan kadang-kadang membuat tertekan secara sosial. Melihat hal-hal yang kawaii dapat membuat orang merasa tenang dan sejenak melupakan realita kehidupan nyata yang keras.

3. Masyarakat Jepang secara umum memiliki usia mental setara usia 12 tahun. Ada kecenderungan menolak untuk jadi dewasa, karena seperti yang sudah disebut sebelumnya, realita hidup bagi orang dewasa itu keras. Ada banyak tekanan dan harapan yang harus dihadapi. Sementara anak-anak dan bayi selalu mendapat perhatian lebih. Itulah mengapa lagi-lagi orang dewasa melarikan diri dari dunia nyata dengan menyukai hal-hal yang kawaii.

Karena kebutuhan akan hal-hal kawaii yang terus menerus, akhirnya segala sesuatu yang berbau kawaii pun menjadi budaya yang menyokong ekonomi Jepang sekaligus menjadi tantangan tersendiri untuk terus menciptakan produk kawaii yang tak berakhir.

Source : blog.gaijinpot
COMMENT