SHARE THIS ARTICLE

Untuk waktu yang lama, orang Jepang tidak makan daging sapi karena sapi yang dibutuhkan digunakan untuk bekerja di ladang. Sejarah gyudon dimulai selama era Meiji bermula ketika kebiasaan Barat makan daging sapi yang mana kebiasaan tersebut diadopsi di Jepang. Hidangan ini berasal dari Gyunabe dan Sukiyaki-don.

gyudon

Gyunabe merupakan hidangan daging sapi yang direbus yang mana berasal dari Yokohama tepatnya setelah pelabuhan kota yang dibuka untuk warga asing. Hidangan ini terdiri dari beberapa daging sapi yang telah dimasak dengan kecap, miri dan bawang hijau. Setelah itu disajikan dengan mie soba. Hidangan ini dulunya memang sering dijual di pinggir jalan raja dan akhirnya juga dijual di gyu-nabe restoran besar sejak tahun 1880-an.

Sukiyaki-don merupakan sup yang disajikan dengan irisan tipis daging sapi yang direbus dengan sayuran dalam pot dengan campuran kecap, mirin, dan gula. Sukiyaki-don merupakan salah satu hidangan yang lebih tua dari Jepang dan tata cara tentang bagaimana cara memasaknya cukup berbeda antara daerah Kanto maupun daerah Kansai.

Di suatu tempat di sepanjang jalan kota Tokyo, seseorang mencoba menggabungkan berbagai elemen hidangan ini untuk membuat gyudon. Hidangan dengan mangkuk berisi nasi dan daging sapi ini didirikan di Jepang selama tahun 1890-an dan dilekatkan ke dalam budaya Jepang dengan pembukaan restoran Yoshinoya pertama pada tahun 1899. Ketika memesan sebuah gyudon, ukuran juga harus dipilih. Jumlah makanan di setiap ukuran tergantung pada restoran, ukuran “tsunami” adalah ukuran normal. Lebih besar dari tsunami adalah “omori,” dan lebih besar lagi adalah “tokumori.”

Sebuah mangkuk yang berisi daging sapi ini kini disebut gyudon, yang dalam bahasa Jepang gyu berarti daging sapi dan don adalah singkatan dari donburi yang merupakan makanan yang biasa disajikan di atas nasi dalam mangkuk. Banyak restoran gyudon di Jepang dan sangat populer, terutama bagi kaum pria. Gyudon merupakan makanan semacam makanan cepat saji , tapi jauh lebih sehat karena bahan yang digunakan cukup segar. Banyak restoran gyudon yang buka selama 24 jam, dan laki-laki biasanya pergi ke sana setelah pergi minum-minum untuk menghilangkan stres selepas dari bekerja.

Porsi : 2 porsi
Waktu memasak : 20 menit

bahan

1/2 lb daging sapi
1 bawang, diiris tipis
2 mangkuk nasi kukus

bumbu-bumbu

1 sdt hon-dashi (kaldu sup)
3 sdm kecap
2 sdm sake
2 sdm gula pasir
1 sdt jahe dimemarkan

Persiapan

Tempatkan hon-dashi, irisan bawang dan 1 cangkir air panas dalam panci ukuran sedang. Kemudian rebus dan didihkan selama 6 menit di atas api sedang. Tambahkan bumbu campuran (kecap, sake, gula, jahe) dan daging sapi. Rebus terus dan didihkan dengan api sedang (tertutup) selama 10 menit.

Sajikan gyudon di atas semangkuk nasi, bersama dengan kuah hasil rebusan sisa masakan. Bagi anda yang muslim tentunya campuran sake (arak beras) tidak diperbolehkan, orang Jepang sendiri mengajarkan untuk menggunakan minuman soda sebagai salah satu pengganti sake dan mirin.

Source : dapurresep.com
COMMENT