Berita Jepang | Japanesestation.com

Ibu dari Hana Kimura, seorang cast acara reality show populer  "Terrace House" yang diproduksi oleh Fuji TV, melayangkan sebuah komplain pada pengawas etika penyiaran pada Rabu (15/7). Dalam komplainnya, ia menuduh kalau tim Terrace House telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang menyebabkan anaknya meninggal karena cyber-bullying pada Mei lalu.  

Reality show "Terrace House" memang mendapat banyak kritik dan kecaman setelah seorang pegulat wanita profesional berusia 22 tahun, Hana Kimura, yang juga merupakan cast dari seri tersebut, mengakhiri hidupnya sendiri. Terrace House juga ditayangkan di Amerika Serikat melalui layanan streaming Netflix lengkap dengan bahasa Inggris.

Kyoko Kimura, ibu dari Hana Kimura melayangkan beberapa dokumen pada Broadcasting Ethics & Program Improvement Organization yang mengklaim bahwa reality show tersebut diedit untuk merepresentasikan Hana Kimura sebagai wanita yang kasar. Kyoko juga menegaskan bahwa program tersebut tetap melakukan shooting meski putrinya mengalami hiperventilasi. Perlakuan tersebut dianggap melanggar hak asasi Hana Kimura.

Menurut Kyoko, Hana Kimura diberi instruksi oleh para staf Terrace House untuk berakting “jahat” di kamera yang memicu cyber bullying pada gadis berusia 22 tahun itu.

Kematian Hana Kimura juga membuat pemerintah Jepang berusaha untuk menghentikan cyber-bullying dan melakukan langkah-langkah pencegahan serta melacak pelaku yang mengunggah komentar-komentar pedas di internet. Hal ini dilakukan karena Kimura dilaporkan menerima banyak pesan-pesan kebencian di media social karena perilakunya di salah satu episode.

"Terrace House Tokyo 2019-2020" sendiri merupakan seri terbaru dari franchise yang dimulai pada tahun 2012 ini. Acara ini melibatkan 3 orang wanita dan 3 orang pria yang tinggal bersama di sebuah rumah di Tokyo. Netflix mendeskipsikan acara ini sebagai acara di mana semua cast “mencari cinta sambil tinggal satu atap”. Mereka juga mengklaim bahwa acara ini tidak memiliki skrip dan apapun yang terjadi memang kebetulan. Namun, kini timbul spekulasi yang menyebutkan bahwa semua yang terjadi dalam reality show itu hanya akting yang dilakukan demi mengejar rating.

Kini, Fuji TV telah membatalkan seri Terrace House. Para bintang acara ini pun mengungkapkan bela sungkawanya dan mengutuk cyber bullying lewat media sosial.