SHARE THIS ARTICLE

Di banyak negara maju mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) bukanlah perkara mudah. Seleksi yang ketat membuat SIM hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar berkualifikasi. Termasuk di Jepang. Salah menggunakan sepatu saja bisa membuat seseorang gagal dalam ujian SIM.

Salah Pakai Sepatu Saja Gagal Dapat SIM (1)

Bagi para pengendara di seluruh dunia, Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki jalanan teraman di dunia. Hal itu tidak mengherankan, sebab di negara ini jumlah kematian di jalan hanya 4,8 kematian per 100.000 penduduk per tahun.

Angka itu hanya setengah dari angka kematian di negara maju lainnya. Amerika Serikat saja memiliki angka 11,6 kematian per 100.000 penduduk per tahun. Angka itu menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Hal ini pula yang tampaknya membuat otoritas Jepang ingin mempertahankannya, yakni hanya memberikan mobil hanya kepada mereka yang ahli saja. Pun begitu ketika sudah mendapatkan SIM, bila berperilaku tidak baik, SIM si pengendara bisa sewaktu-waktu ditarik.

Pada pengetesan pertama, seperti dilansir Wall Street Journal, tingkat kelulusan calon di tes pertama hanyalah 35 persen. Bandingkan dengan tingkat kelulusan tes pertama di Amerika yang mencapai 75 persen.

Tes pun tidak melulu pada kemampuan membawa mobil. Sebelum menyalakan mobil, si pengendara juga harus memeriksa mobil mereka dan melihat sampai ke kolong mobil untuk memastikan tidak ada anak atau hewan di bawahnya.

Selain itu, penyesuaian spion dan roda kemudi juga harus terus dilakukan oleh pengendara untuk membuat mereka menyatu dengan mobilnya. Sebelum dites, 20 calon pemegang SIM akan diberi kuliah singkat oleh seorang polisi untuk kemudian diajak langsung ke tes sebenarnya.

Salah Pakai Sepatu Saja Gagal Dapat SIM (2)
image: web2carz.com

Seorang wanita yang menggunakan sepatu yang tidak semestinya pun langsung dianggap gagal karena untuk memilih sepatu saja mereka tidak bisa, jadi dianggap tidak pantas untuk mengemudi. Ada pula yang langsung dianggap gagal karena salah menekan tuas sein dengan wiper.

Dalam sebuah cerita di Wall Street Journal itu diungkapkan kalau dalam tes itu ada 20 orang calon pemegang SIM. Ada yang mengemudi, peserta yang lain yang mengamati di kursi belakang dan ada yang mengamati di luar mobil. Hal itu dilakukan bergantian.

Setelah itu masing-masing calon di beri secarik kertas. Pink untuk lulus, putih gagal. Ternyata yang mendapat kertas pink hanyalah 2 orang. Jadi 18 orang langsung gagal di tes ini.

COMMENT