Berita Jepang | Japanesestation.com

Di Indonesia, setelah upacara kelulusan sekolah biasanya ada banyak siswa yang mencorat-coret seragam mereka. Bagaimana dengan siswa di Jepang?

Di Jepang, momen setelah upacara kelulusan biasanya digunakan untuk melakukan tradisi Kancing Kedua. Para siswa akan memberikan kancing kedua dari seragam mereka ke siswi yang mereka sukai. Sementara, para siswi akan meminta kancing kedua ke siswa yang mereka sukai. Tetapi, tidak hanya kancing kedua saja, lho. Seluruh kancing yang ada di seragam milik siswa yang populer seringkali menjadi rebutan para siswi. Bahkan, kancing di lengan seragam sekolah juga diambil secara paksa. Kasian, ya.

Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa harus kancing kedua? Sejak kapan tradisi Kancing Kedua mulai dilakukan pada hari kelulusan di sekolah? Jawaban dari pertanyaan tersebut akan kalian temukan dalam artikel ini. Jadi, simak artikel ini sampai akhir, ya!

Kancing Kedua

kancing kedua
Seragam sekolah siswa di Jepang (resemom.jp)

Siswa di Jepang menggunakan seragam sekolah yang disebut dengan Gakuran. Seragam ini biasanya memiliki tsumeeri, yaitu kerah yang menutupi sebagian leher, dan lima buah kancing. Kancing kedua adalah kancing yang terpasang di seragam urutan kedua dari atas.

Makna Tradisi “Kancing Kedua”

Upacara Kelulusan
Ilustrasi seorang siswa memberikan kancing kedua ke siswi yang ia sukai (Fuji TV)

Kancing kedua merepresentasikan “orang yang paling berharga”. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan “orang yang paling berharga” adalah orang yang disukai. Kancing kedua merupakan kancing yang posisinya paling dekat dengan hati. Apabila memberikan kancing kedua, itu berarti “memberikan hati”. Sehingga, tradisi Kancing Kedua merupakan momen untuk mengungkapkan rasa suka ke penerima dan menunjukkan bahwa penerima adalah orang yang paling berharga dalam hidup si pemberi.

Asal-usul Tradisi “Kancing Kedua”

Ada berbagai teori yang menyebutkan bagaimana awal mula tradisi Kancing Kedua dilakukan. Berikut ini adalah dua di antaranya:

  • Berawal dari masa peperangan

Pada akhir Perang Dunia II, Jepang tidak dapat memberi seragam militer ke para laki-laki yang akan ikut berperang karena kurangnya persediaan. Akhirnya, para laki-laki tersebut ikut berperang dengan mengenakan seragam sekolah (gakuran). Setelah berangkat berperang, kemungkinan besar tidak ada kesempatan untuk bertemu kembali. Karena itu, sebelum berangkat, laki-laki tersebut memberikan kancing kedua sebagai kenang-kenangan, "Anggap saja ini sebagai alter ego-ku.”

Kenapa kancing kedua? Konon, jika ada laki-laki yang tidak mengaitkan kancing pertama agar sebagian lehernya tertutup, penampilan laki-laki tersebut akan terlihat tidak rapi. Dan, laki-laki tersebut akan ditegur oleh pimpinannya. Kemudian, dipilih lah kancing kedua karena tidak menimbulkan masalah apapun meskipun dilepas.

  • Berawal dari sebuah film 

Pada tahun 1960, ditayangkan sebuah film berjudul Yokaren Monogatari: Konpeki no Sora Tooku. Film ini menampilkan seorang pria dan wanita yang saling mencintai. Namun, di saat mereka belum mengungkapkan perasaannya satu sama lain, pria tersebut harus pergi ke medan perang untuk misi kamikaze (bunuh diri). Karena mereka akan berpisah, pria tersebut memberikan kancing kedua dari seragam militernya kepada wanita yang dia cintai. Lalu, pada akhirnya, pria tersebut meninggal.

Konon, setelah film ini ditayangkan, kebiasaan atau tradisi memberikan kancing kedua kepada wanita yang disukai pada saat perpisahan seperti upacara kelulusan, mulai menyebar luas di Jepang.

Makna Kancing Lainnya

Kancing kedua
Seragam sekolah siswa di Jepang (kanko-gakuseifuku.co.jp)

Tidak hanya kancing kedua yang memiliki suatu makna, lho. Kancing lainnya dari atas sampai bawah juga memiliki makna tersendiri. Makna kancing seragam sekolah mungkin akan berbeda di setiap daerah yang ada di Jepang. Tetapi, berikut ini adalah makna dari lima kancing seragam sekolah pada umumnya:

  • Kancing Pertama: merepresentasikan diri sendiri
  • Kancing Kedua: merepresentasikan orang yang paling berharga (dicintai)
  • Kancing Ketiga: merepresentasikan seorang teman
  • Kancing Keempat: merepresentasikan keluarga
  • Kancing Kelima: merepresentasikan orang lain

Akan tetapi, saat ini seragam siswa tidak hanya model gakuran. Ada juga model lainnya, yaitu blazer. Posisi kancing kedua di seragam model gakuran ada di dekat hati, sedangkan posisi kancing kedua di seragam model blazer ada di dekat pusar perut. Meskipun demikian, siswa-siswi sekolah di Jepang tetap melakukan tradisi Kancing Kedua sampai sekarang. Tak jarang juga, ada yang menggunakan dasi sebagai pengganti kancing kedua.

Seperti itulah tradisi Kancing Kedua yang dilakukan oleh siswa-siswi sekolah di Jepang pada saat kelulusan. Benar-benar unik dan menarik, ya! Bagaimana menurut kalian?