Share on

Karena dikenal sebagai negara yang memiliki banyak peraturan khusus, tak heran jika banyak mitos-mitos bermunculan di antara peraturan-peraturan tersebut. Misalnya saja, 5 mitos tentang kereta bawah tanah di Jepang berikut. Apa saja?

Advertise With Us

1. Tidak boleh berbicara

Meski kereta selalu sunyi saat rush hour di pagi hari, para pebisnis terkadang berbicara lho saat jam pulang kantor. Nah, di saat seperti ini, ada baiknya kita melihat apa yang dilakukan orang Jepang di sekitar kita. Jika mereka berbicara perlahan, berarti kita bisa melakukan hal yang sama. Namun, jika kamu menyadari bahwa yang berbicara adalah teman atau keluargamu, jangan lupa ingatkan mereka agar melanjutkan obrolannya setelah turun dari kereta. Sebenarnya, satu-satunya larangan dala km kereta adalah berbicara melalui telepon. Jadi, jika kamu melihat orang Jepang melakukannya, jangan ditiru ya!

2. Tak ada orang difabel dalam kereta

Hebatnya transportasi publik Jepang adalah sangat ramah difabel. Bahkan, setiap stasiun di Jepang dilengkapi dengan lift, braille, pengumuman radio, kursi prioritas dan staf stasiun yang siap sedia melayani. Karena itu, tak aneh jika kamu melihat lansia atau orang difabel di dalam kereta bersamamu!

3. Harus selalu berjalan di kiri

Meski dalam peraturan disebutkan bahwa lalu lintas terjadi di kiri, tidak begitu dengan jalur pejalan kaki. Ada beberapa tanda panah di lantai kereta yang membimbing penumpang untuk tetap berada di sebelah kiri, namun beberapa tangga dan petunjuk pejalan kaki di koridor ada di sebelah kanan. Karena itu, sangat penting memperhatikan petunjuk jalannya ya!

4. Sisi kiri eskalator untuk berdiri, sisi kanan untuk berjalan

Ya, benar sekali. Banyak orang yang harus buru-buru menuju stasiun berikutnya, karena itu, jika kamu membawa koper besar, taruhlah di depan atau di belakangmu (di sebelah kiri). Namun, jika kamu menemukan eskalator sempit yang tak memungkinkan untuk membuat 2 barisan seperti di Uniqlo Ginza, kamu bebas mengambil alih kedua sisinya.

5. Orang Jepang tidak pernah menyebrang sembarangan

Jaywalking (menyebrang sembarangan) adalah perbuatan illegal di Jepang. Meski mereka hanya berada di jalur penyebrangan yang kecil dan pendek, orang Jepang akan menunggu hingga lampu berubah hijau dan aman untuk berjalan. Namun, beberapa perpindahan kereta membuat para penumpangnya terpaksa berjalan menuju stasiun lain, di sinilah tak jarang beberapa pebisnis sibuk melakukan jaywalking untuk mencapai kereta berikutnya. Tapi, jangan ditiru ya!

Nah, itulah 5 mitos tentang kereta bawah tanah di Jepang. Sekarang, tahu kan mana yang benar dan yang salah?