SHARE THIS ARTICLE

boso-no-mura-museum-narita-tatamiTatami, penutup lantai tradisional masih dapat ditemukan di berbagai rumah Jepang, bahkan di vila-vila bergaya Barat atau blok-blok apartemen modern. Tikar tatami memiliki sejarah yang panjang: pada awalnya, tatami hanya digunakan di rumah-rumah orang kaya dan hanya sebagian dari ruangan yang tertutup tatami. Kemudian, ruangan tersebut menjadi benar-benar tertutup dengan tikar tatami – gaya yang disebut Zashiki (ruang untuk duduk).

Tikar tatami selalu dibuat dalam ukuran standar dan meskipun ukurannya sedikit bervariasi sesuai daerah, tatami biasanya berukuran panjang sekitar 1,82 meter dan lebar 92 cm. Akibatnya, ruangan-ruangan di Jepang juga dibuat dalam ukuran standar, sebagai kelipatan dari tikar tatami-nya (misalnya, ruang minum teh berukuran 4 ½ tikar dan sebuah toko adalah 5 ½ tikar).

Juga, beberapa aturan muncul mengenai pengaturan tatami dan tata letak yang “menguntungkan” juga didefinisikan. Itu sebabnya kalian tidak akan pernah melihat suatu ruangan di Jepang dengan tatami yang diatur dalam pola kisi-kisi yang sederhana: sudut-sudut tatami tidak boleh membuat bentuk salib, karena tempat itu akan bergabung dengan sejumlah 4 tikar dan angka 4 dianggap sial di Jepang, karena diucapkan seperti kata yang digunakan untuk kematian – “shi“. Dan itu bukan satu-satunya takhayul tentang tatami. Dikatakan juga bahwa seseorang akan mengalami sial jika melangkah di batas tatami yang ditutup dengan kain…

Source : muza-chan.net
COMMENT