SHARE THIS ARTICLE

Mereka mengatakan bahwa rambut adalah mahkota kemuliaan seseorang. Tapi apa yang terjadi ketika terlalu banyak stres dan genetika mulai bekerja pada Anda yang membuka jalan untuk menjadi botak? Anda akan mendapatkan diskon botak! Sebuah restoran yang baru-baru ini dibuka di distrik Asaksaka di Tokyo, Otasuke, yang berarti “bantuan besar,” menawarkan diskon kepada mereka yang kehilangan rambut mereka karena kerja keras dan stres.

balddiskon

Ide untuk menawarkan diskon kepada para pria botak datang ke manajer Yoshiko Toyota dan pemilik restoran setelah mereka secara sukarela ikut dalam upaya pemulihan di wilayah Tohoku dan mereka menemui para karyawan kerah putih yang bekerja keras. Diskon tersebut adalah cara mereka mengekspresikan rasa terima kasih kepada para karyawan kerah putih. Toyota juga berbagi harapan mereka bahwa para pekerja ini akan melihat kebotakan mereka sebagai “lencana kehormatan,” dan mulai memakainya dengan bangga.

Sementara para pria botak yang makan di restoran mereka mungkin mendapatkan gratis dengan menu ala carte mereka, diskon besar akan ditawarkan kepada mereka yang memanfaatkan prasmanan mereka. Hanya dengan menunjukkan kebotakan Anda ke pelayan, Anda secara otomatis mendapatkan diskon. Sementara para tamu pria dikenakan harga 3.780 yen (sekitar 37 US$) dan para tamu wanita dengan 3,240 yen (31 $) untuk prasmanan, sekelompok pengunjung dengan salah satu temannya yang botak akan diberikan diskon 500 yen (5 $). Sekelompok pengunjung dengan dua pria botak akan menghemat 750 yen, tiga pria botak mendapat diskon 1000 yen, dan empat pria botak 1.500 yen (15 $). Lima pelanggan botak akan diberi satu prasmanan gratis. Tapi enam pelanggan gundul atau botak akan disuguhi khusus diskon “top secret“, kata Toyota. Restoran unik ini telah membuat para netizen menciptakan desas-desus dengan keunikannya. Tapi tidak usah resah jika rambut Anda sehat dan tebal, “menu botak” khusus sedang dalam pengerjaan, menurut Toyota. Dan dengan menu ini, Anda tidak perlu kepala botak untuk menikmatinya.

Source : japandailypress.com
COMMENT