SHARE THIS ARTICLE

Shoujo-tachi wa Kouya o Mezasu

Diadaptasi dari game PC adventure produksi Minato Soft, visual novel Shoujo-tachi wa Kouya wo Mezasu (Girls beyond the youth KOYA) memang baru akan dirilis pada 25 Maret tahun depan, namun proyek anime-nya sendiri tampak berjalan lancar untuk perilisan 7 Januari mendatang bersama jajaran anime Winter season 2015/2016 lainnya. Sebagai tambahan, game/anime yang judulnya disingkat menjadi Shokomeza ini juga akan mendapatkan adaptasi manga yang diilustrasikan oleh Kazuchi dan akan diserialisasikan di majalah Dengeki G edisi April 2016 untuk terbit Februari tahun depan.

Shoujo-tachi wa Kouya o Mezasu - ninamorieri
Image Source: Twitter.com/ninamorieri

Staf inti Shokomeza:

  • Original Story: Takahiro (Minato Soft/Tsuyokiss, Maji de Watashi ni Koi Shinasai!)
  •  Original Story Scenario: Romeo Tanaka (Humanity Has Declined, Rewrite)
  •  Original Character Design: Matsuryu (Kikouyoku Senki Teku no Yumina, CROSS†CHANNEL)
  •  Director: Takuya Sato (Ichigo Mashimaro, Steins;Gate)
  •  Series Composition: Yuniko Ayana (Kin-iro Mosaic, Locodol)
  •  Anime Character Design: Takayuki Noguchi (Queen’s Blade, Ro-Kyu-Bu!)
  •  Anime Production: Project No.9 (Ro-Kyu-Bu!, Recently, My Sister Is Unusual)

Jajaran karakter utama dan seiyuu-nya:

  • Buntaro Hojo: Seiichiro Yamashita (Takahiro Mizuno – Walkure Romanze)
  •  Sayuki Kuroda: Haruka Chisuga (Shizuka Sakaki – SHIROBAKO)
  •  Yuuka Kobayakawa: Kana Hanazawa (Mikan Yuuki – To Love-Ru)
  •  Teruha Andou: Satomi Akesaka (Arsène – Milky Holmes)
  •  Uguisu Yuuki: Satomi Sato (Ritsu Tainaka – K-On!)
  •  Atomu Kai: Toshiyuki Toyonaga (Mikado Ryuamine – Durarara!!)
Shoujo-tachi wa Kouya wo Mezasu - forum-gamer.com.tw
Image Source: forum.gamer.com.tw

Konsep visual novel Shokomeza sendiri berpusat pada Buntarou, pemuda tanpa mimpi yang tak tahu mau melakukan apa untuk masa depannya, hingga ia biasanya hanya menghabiskan waktu nongkrong dengan teman-temannya. Pada suatu hari, teman sekelasnya, Sayuki, menawarkan pada Buntarou apakah ia mau membantu proyek pembuatan sebuah gal game (dating sim dengan target pasar laki-laki). Sayuri berujar bahwa ia tertarik pada Buntarou sejak membaca salah satu tulisannya untuk klub drama. Meski sang pemuda tak tahu sama sekali tentang gal game, Sayuki mengklaim bahwa Buntarou bisa membuat game ini sukses.

Sources :
COMMENT