Nijoo Yoshimoto, Sang Pencetus Puisi Renga Pada Zaman Muromachi

2 min


Nijō Yoshimoto adalah salah satu sastrawan Jepang yang mempopulerkan Renga pada masa Muromachi. Yoshimoto diperkirakan  lahir pada tahun 1320  dan meninggal pada 16 Juli 1388. Yoshimoto adalah salah satu tokoh yang sangat berpengaruh terhadap dunia sastra Jepang karena dialah yang menemukan rumusan untuk Renga.



Nijoo Yoshimoto (cr. ja.wikipedia.org)

Nijō Yoshimoto sendiri adalah seorang politikus yang berasal dari keluarga bangsawan pada masa Nanbokuchou, pada masa kekuasaan dinasti Hokucho. Ayahnya, Michihara, adalah seorang tutor dan teman dekat Kaisar. Pada usia 7 tahun, Yoshimoto mendapatkan posisi sebagai pasukan Keamanan di bagian Kiri Istana, dan pada usia 9 tahun dia menjadi Penasihat Kerajaan. Ketika dewasa, Yoshimoto menjadi Menteri dan Duta bagi kerajaan.

Yoshimoto mempelajari kesusastraan klasik pada Tonna, yang merupakan salah satu penyair Waka yang terkenal. Setelah belajar pada Tonna, ia berusaha untuk menghidupkan kembali Waka, terutama Renga. Selain itu, dia juga menulis Tanka. Yoshimoto juga mempelajari Renga dari Gusai dan Kyūsei. Pada awalnya, Yoshimoto menyatakan bahwa dirinya adalah penulis Waka. Selain itu, ia juga mengumpulkan para penyair Jige (penyair yang dianggap termasuk dalam kelas rendah) bersama-sama dengan penyair Gusai untuk membuat Renga. Pada tahun Enbun 1 (1356) mereka menerbitkan kumpulan Renga dengan judul Tsukubashuu.



Naskah Puisi Renga (cr. futurelean.com)

Renga yang dibuat oleh Yoshimoto biasanya mengandung unsur politik yang diperoleh dari kehidupan berpolitik dalam kerajaan dan kemampuan berpuisi yang diperoleh dari pendidikan yang diterimanya sejak kecil dan menciptakan itu lebih serius dibandingkan dengan jenis puisi yang lainnya.  Akan tetapi, tidak jarang Yoshimoto membuat karya dengan tema alam dan yang sedang terjadi di sekitarnya.

Salah satu kutipan karyanya sebagai berikut:

のどかなる春のまつりの花しづめ風をさまれとなほ祈るらし

“nodokanaru haru no matsuri no hana jitsume kaze o samaretonaho orirurashi”

Artinya: Pada hari yang cerah dan tenang selama festival musim semi, bunga mekar bersinar cerah, dan saat angin damai  saya akan menundukkan kepala dan berdoa

Pada masa hidupnya juga, Yoshimoto membuat sekolah untuk mempelajari sastra, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Nijoo’s School. Sekolah ini memiliki pengaruh terhadap kekuatan politik pada masa itu. Selain itu, hampir semua antologi puisi yang dibuat pada masa itu disusun oleh orang-orang yang belajar di sekolah Yoshimoto.

Hingga akhir hayatnya, Yoshimoto terus menulis karya, baik  Waka, Renga, Puisi, dan lain-lain. Hingga sebelum ajal menjemput, Yoshimoto tetap membuat karya. Karya terakhir yang dibuat oleh Yoshimoto adalah Nijo Oshikoji Kamonteisenki, yang dibuat sehari sebelum Yoshimoto meninggal.

Source : Classical Japanese Translation


What's Your Reaction?

LOL LOL
88
LOL
Sugoi! Sugoi!
101
Sugoi!
Honto Ni? Honto Ni?
126
Honto Ni?
Kanashii Ne Kanashii Ne
12
Kanashii Ne
Nani Kore?! Nani Kore?!
25
Nani Kore?!
Daisuki! Daisuki!
38
Daisuki!
Kowai Kowai
50
Kowai
Kawaii~ Kawaii~
114
Kawaii~
rapra97

Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes