Berita Jepang | Japanesestation.com

Panasonic Operational Excellence mengungkap bahwa anggota proyek pengembangan sistem informasi kepegawaian mengunggah data berisi informasi pribadi ke layanan AI generatif eksternal yang dilarang oleh aturan internal. Cakupan data mencapai sekitar 334 ribu orang, termasuk karyawan aktif, mantan karyawan, dan anggota keluarga. Informasi yang tercakup antara lain nomor identitas pegawai, alamat, nomor telepon, surel, serta sebagian informasi keluarga yang terdaftar sebagai kontak darurat.

Perusahaan menyebut kejadian ini berasal dari pelanggaran aturan internal oleh anggota proyek, bukan peretasan dari luar. Fitur penggunaan data untuk pelatihan AI sedang dinonaktifkan saat data diunggah. Riwayat percakapan dan data terkait telah dihapus, menurut keterangan penyedia kepada perusahaan, data tidak lagi disimpan setelah periode retensi 30 hari berakhir pada 25 Oktober. Panasonic menyatakan belum menemukan bukti data dipublikasikan secara umum atau disalahgunakan secara konkret.

Insiden ini menyoroti pentingnya kebijakan penggunaan AI di tempat kerja, pembatasan akses, dan pemeriksaan jenis informasi yang boleh dimasukkan ke layanan eksternal.