Share on

Pada tanggal 25 Mei lalu, PM Jepang Shinzo Abe mencabut status darurat COVID-19 di 5 prefektur Jepang termasuk Tokyo dan Hokkaido. Diharapkan, semua orang akan mulai terbiasa mengubah gaya hidupnya untuk beradaptasi dengan istilah "New Normal" yang artinya harus menjaga jarak (physical distancing) menggunakan masker dan tetap melakukan kerja jarak jauh (work from home ) bagi beberapa perusahaan serta meningkatkan tahap-tahap ketahanan dalam melindungi diri.

Pemerintah Jepang juga telah merilis jadwal tentatif untuk pembukaan secara bertahap sektor rill dengan sangat hati-hati dan tetap mengawasi perkembangan dari COVID-19. Nantinya, Jepang akan dibuka kembali dalam waktu 3 minggu dengan puncaknya pada awal Agustus 2020 agar sesuai rencana untuk mengembalikan perekonomian negara seperti sebelumnya.

Awal Juli nanti akan menjadi periode transisi bagi para warga negara Jepang untuk penerapan "New Normal" demi mengurangi dan pencegahan terhadap penyebaran virus COVID-19 ini. Pada tahap pertama, Jepang akan kembali membuka seluruh kota Tokyo seperti pembukaan gedung olahraga serta bioskop. Untuk tempat konser akan diumumkan lebih lanjut.

Berikut ini adalah beberapa jadwal tentatif dalam pemulihan ekonomi di Jepang:

  • Jepang akan kembali membuka museum pada tanggal 26 Mei.
  • Untuk shinkansen dan bus antarkota akan mulai beroperasi pada tanggal 1 Juni.
  • Tempat atau saran olahraga akan kembali dibuka pada tanggal 10 Juni dengan pembatasan jumlah penonton atau pengunjung yang hadir. Serta memulai kembali kejuaraan baseball dan sepakbola khususnya J-League bisa dimulai pada musim panas tahun ini.
  • Kegiatan live music, barkonser musik atau yang berhubungan dengan nightlife akan dibuka secara perlahan pada tanggal 19 Juni.
  • Pembukaan kembali untuk wisatawan dari negara tertentu pada akhir Juni.

Seperti yang dilansir NHK, acara-acara olahraga nantinya hanya diperbolehkan untuk menjual atau menerima pengunjung sebesar 50% dari kapasitas maksimal tempat tersebut. Untuk acara-acara besar pada musim panas pemerintah Jepang meminta untuk ditunda terlebih dahulu hingga Agustus. 

Hal ini berarti seluruh festival musim panas banyak yang tidak diselenggarakan termasuk Aomori Nebuta dan Kyoto Gion Matsuri.