Berita Jepang | Japanesestation.com

Pada bulan lalu, tepatnya pada pada Minggu (27/1), Kepolisian Metropolitan Tokyo melakukan investigasi atas ditemukannya sesosok mayat dalam sebuah freezer di sebuah apartemen di Distrik Katsushika, Tokyo.  Dan kini, polisi pun meringkus seorang wanita berusia 40 tahunan karena diduga bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Ya, rumah tersebut memang diketahui hanya dihuni oleh dua orang wanita, seorang wanita berusia 70 tahunan dan putrinya yang berusia 40 tahunan. Dan wanita yang diiringkus polisi tersebut diduga menyembunyikan sesosok mayat terduga sang ibu di dalam sebuah freezer di kediaman mereka di Distrik Katsushika.

Menurut tabloid mingguan Shukan Bunshun via Tokyo Reporter, kasus ini dilandasi oleh kemiskinan dan hutang yang menumpuk.

Huawei MatePad Pro

mayat jepang japanesestation.com
Sesosok mayat ditemukan dalam sebuah freezer di salah satu apartemen di Distrik Katsushika (tokyoreporter.com)

Sebelumnya, mayat tersebut ditemukan oleh seorang petugas kebersihan pada sekitar pukul 14:00 waktu setempat di hari Minggu (27/1). Petugas tersebut segera menghubungi pihak kepolisian setelah menemukan sesosok mayat dalam freezer yang disembunyikan dalam sebuah lemari di lantai pertama apartemen tersebut.

Dalam laporan Bunshun, disebutkan bahwa mayat tersebut ditemukan dalam posisi terduduk di dalam freezer berukuran 70 cm x 70 cm dengan kedalaman 50 cm.

 “Freezer tersebut menyala, dan mayatnya telah membusuk dengan bagian bawah mayat membeku,” ujar salah satu sumber pada Bunshun.

Terkait penyebab dan waktu kematiannya sendiri masih belum diketahui hingga kini.

Tak  membayar uang sewa

Yumi Yoshino, wanita berusia 40 tahunan tersebut memang tinggal bersama ibunya di apartemen tersebut. Namun, sekitar satu tahun lalu, Yoshino berhenti membayar uang sewanya.

Saat mayat ditemukan, Yoshino memang absen. Ia mengosongkan apartemen tersebut dan meninggalkan tubuh ibunya bersama berbagai peralatan rumah tangga lainnya. Ia juga mengatakan pada petugas kebersihan bahwa mereka bisa membuang barang-barang tersebut.

“Saya akan pindah ke suatu tempat di Prefektur Ibaraki,” ujarnya.

mayat jepang japanesestation.com
Yumi Yoshino (tokyoreporter.com)

Dan dua hari setelah ditemukannya mayat, kepolisian menemukan Yoshino di sebuah hotel bisnis di Kota Chiba, Prefektur Chiba.

Saat diinterogasi, ia mengungkapkan bahwa dirinya ingin terus tinggal di apartemen yang disewa atas nama ibunya tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa pada 10 tahun silam, ia menemukan ibunya tewas dalam apartemen tersebut.

“Setelah beberapa hari, ulat mulai bermunculan dari mayatnya. Jadi saya memasukkannya ke freezer yang saya beli online dan menyembunyikannya di lemari. Saya ingin terus tinggal di apartemen itu, jadi saya membeli freezer untuk menyembunyikan mayatnya,” ujarnya.

Soapland girl

Saat diringkus, Yoshino memang tidak bekerja. Namun sebelumnya, ia bekerja di sebuah soapland, tempat hiburan khusus dewasa yang menyediakan jasa prostitusi.

“Saat itu, ia memiliki hubungan khusus dengan seorang pelanggan. Semacam perjanjian berhubungan seksual selama 2-3 tahun. Ia juga sempat meminta pria tersebut untuk meminjamkan uang sebesar 300.000 yen untuk pemakaman ibunya,” ujar salah satu penyidik.

Saat ia menerima pemberitahuan penggusuran Oktober lalu, Yoshino berhutang uang sewa sebesar 1,1 juta yen.  Dan saat polisi menangkapnya di Chiba, ia hanya memiliki total uang tunai sebesar 5.000 yen.

Pihak kepolisian pun menduga Yoshino berharap petugas kebersihan tidak memperhatikan dan menemukan tubuh ibunya. Hingga kini, investigasi masih berlangsung.