Share on

Hampir seluruh area di Jepang memiliki koban, atau pos polisi, sebuah pos jaga di pinggir jalan dengan beberapa petugas polisi berseragam yang ditugaskan untuk menjaga ketertiban dan berjaga jika ada perbuatan kriminal yang terjadi di daerah setempat.  Namun kenyatannya, ada hal lain yang terjadi di balik pos kecil ini. Bukannya bekerja, beberapa polisi nakal Jepang malah membuat pos mereka menjadi pusat hal tidak seronoh. Misalnya membuat “love hotel”.

Ya, love hotel dalam pos polisi benar-benar terjadi di Kota Amagasa, Prefektur Hyogo. Di kota yang menjadi bagian dari area Kansai ini, ada kisah menarik di balik salah satu pos pilisi. Pada musim dingin lalu, seorang sersan polisi berumur sekitar 30 tahunan ditugaskan untuk berjaga di pos polisi Distrik Amagashi Higashi bersama seorang bawahannya, seorang polisi wanita berusia sekitar 20 tahunan. Mereka berpacaran diam-diam dan merahasiakan hubungan mereka dari para atasan, sehingga kerap kali ditugaskan bersama dalam shift malam di koban yang sama.

Bukan Bekerja, Polisi Jepang ini Ubah Posnya jadi Love Hotel!
Ilustrasi polisi Jepang (pakutaso.com)

Setiap koban memiliki ruang istirahat di mana para petugas dapat berbaring dan beristirahat sebentar. Tentunya, hal ini merupakan sesuatu yang seharusnya dilaksanakan bergantian, sehingga setidaknya ada salah satu petugas yang berjaga jika ada penduduk setempat yang membutuhkan jasa mereka. Namun sayangnya, pasangan sersan dan bawahannya ini malah menggunakan ruangan tersebut bersamaan, dan bukannya istirahat, mereka malah melakukan hubungan seksual di dalam koban. Hal ini kabarnya telah terjadi berulang kali.

Perbuatan mesum di tengah-tengah jam kerja ini akhirnya terpaksa berhenti setelah hubungan pasangan ini ketahuan oleh teman mereka sendiri. Akhirnya, laporan pun sampai ke telinga atasan mereka bulan lalu, memaksa pasangan ini untuk mengakui perbuatannya.

Bukan Bekerja, Polisi Jepang ini Ubah Posnya jadi Love Hotel!
Polisi Jepang (pakutaso.com)

Tak hanya hubungan mereka yang menyalahi peraturan kepolisian, namun dengan tempat berlangsungnya kejadian di mana tak ada polisi lain yang berjaga, artinya jika sesorang datang melaporkan kejadian darurat, mereka harus menunggu dua polisi ini sampai selesai melakukan perbuatan tidak baik ini. Merepotkan.

Untungnya, setelah diadakan investigasi internal, dipastikan tidak ada kejadian darurat atau seseorang datang ke koban untuk melaporkan peristiwa criminal selama pasanagn tersebut melakukan hubungan seksual. Namun, tetap saja mereka harus mendapat ganjaran karena lalai dalam tugasnya. Sang polisi wanira mendapat teguran resmi dari Komando Pusat Kepolisian Prefektur Hyogo, sementara pasangannya yang ternyata sudah menikah dan memiliki anak, akan mendapat potongan 10% dari gaji per-bulannya, cukup ringan. Artinya tetap saja tidak menutup kemungkinan  polisi nakal Jepang  ini akan kembali selingkuh bersama polisi-polisi wanita lain bukan?