Berita Jepang | Japanesestation.com

Setelah beredar isu bahwa ada kemungkinan ANA dan JAL merger, kini datang kabar terbaru dari dua maskapai yang berasal dari Jepang ini. ANA dan JAL sama-sama bersiap untuk melebarkan sayap mereka dalam bisnis LCC. Nah, apa itu LCC? 

LCC atau low cost carrier adalah kondisi di mana maskapai penerbangan menyediakan jasa penerbangan murah. Tentunya dengan harga yang murah, ada beberapa servis yang dipangkas, dan operating cost pun dipangkas. Pengeluaran yang lebih minim ini membuat maskapai penerbangan bisa menyediakan jasa penerbangan yang jauh lebih murah dibanding penerbangan biasa.

Setelah banyak penerbangan yang memangkas biaya dan karyawan, kini ANA dan JAL memilih untuk menghadapi pandemi dengan menyediakan jasa penerbangan yang low-budget. Hal ini dianggap sebagai salah satu persiapan mereka untuk menerobos kembali skena penerbangan dunia, supaya bisa bounce back lagi setelah pandemi berakhir. Ini dianggap sebagai salah satu persiapan mereka untuk terus bersaing dengan penerbangan-penerbangan lainnya.

Zipair sebagai anak perusahaan dari JAL akan menjadi penerbangan pertama yang menyediakan LCC. Rute penerbangannya akan dimulai dari Jepang ke Honolulu yang akan menggunakan jet middle-range hingga long-range. Servis penerbangan ini akan dimulai dari Narita ke Tokyo pada 19 Desember 2020, dan telah diumumkan sejak 20 November kemarin.

Selain Zipair, Peach Aviation Ltd. milik ANA pun akan melebarkan sayap bisnis mereka menuju low cost carrier. Diumumkan pada tanggal yang sama dengan penerbangan Zipair, Peach Aviation akan mengoperasikan penerbangan dari Chubu Airport di Prefektur Aichi kepada Naha dan Ishigaki Airport di Prefektur Okinawa pada 22 Januari 2021 nanti.

Adanya low cost carrier dari subsidiary ANA ini berasal dari harapan akan tingginya permintaan penerbangan pariwisata. Meski harus diakui, penerbangan bisnis di era pandemi ini masih sangat menurun, diakibatkan gaya bekerja masyarakat yang masih didominasi oleh teleworking jarak jauh.

Tidak berhenti di Peach Aviation saja, ANA rencananya akan membuka lagi penerbangan low cost carrier lainnya dengan nama yang belum diketahui, dan akan dirilis pada tahun 2022 mendatang. Diharapkan penerbangan baru ini akan meningkatkan kerja sama yang telah ada antara Peach Aviation dan ANA, demi mempersiapkan meningkatnya penerbangan dengan tujuan bisnis yang diprediksi akan berada pada puncaknya di tanggal 1 April 2022 mendatang.

Unit pesawat Peach Aviation
Unit pesawat Peach Aviation (straitstimes.com)

Meski begitu, pihak perusahaan pun mengakui penurunan penerbangan bisnis akan terus ada meski pandemi berakhir, mengingat tren conference meeting sudah familiar dan lazim bagi banyak perusahaan. Namun, mereka yakin bahwa bisnis penerbangan akan tetap kuat, dengan adanya penerbangan tamasya dan VFR (visiting friend and relatives). Mereka percaya bahwa setelah pandemi, lini penerbangan akan kembali kuat.

JAL berencana untuk mengumpulkan 180 miliar yen ($ 1,72 miliar) melalui peningkatan modal, yang diumumkan pada bulan November, dan bermaksud untuk menggunakan sebagian dari dana tersebut untuk memperkuat anggaran operasi maskapai penerbangannya.

Untuk mengamankan keuntungan, grup ANA dan JAL bertujuan untuk menutupi kerugian dari perusahaan inti mereka, yang merupakan pemain kuat di pasar perjalanan bisnis, dengan memanfaatkan LCC mereka, yang merupakan pilihan yang dianggap menarik bagi penumpang pariwisata dari era pandemi ini, sampai pandemi berakhir nanti.

Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah dengan adanya low cost carrier ini semakin mendorong keinginan kalian untuk bertamasya ke Jepang dengan salah satu penerbangan terbaik di Jepang ini?

Sumber:

Asahi

Paxex