Berita Jepang | Japanesestation.com

Minggu, 6 Desember 2020 mungkin bisa dibilang menjadi salah satu hari penting di Jepang. Pasalnya, pada hari itu, sampel asteroid yang dikumpulkan di luar angkasa akan tiba di Bumi setelah dijatuhkan oleh pesawat luar angkasa Jepang Hayabusa-2.

Dilansir dari Japan Today, para ilmuwan berharap sampel penting yang diperkirakan hanya memiliki berat tak lebih dari 0,1 gram tersebut dapat menolong mereka mencari asal mula kehidupan dan awal dibentuknya jagat raya.

Kapsul yang membawa sampel tersebut memasuki atmosfer Bumi tepat sebelum pukul 2.30 pagi waktu setempat, membentuk sebuah bola api layaknya meteor di tengah langit malam Jepang.

Asteroid Jepang hayabusa-2 japanesestation.com
Hayabusa-2 (wikimedia.org)

"Enam tahun berlalu, dan akhirnya ia kembali ke Bumi," ujar seorang staf dalam sebuah siaran langsung yang digelar saat kedatangan kapsul tersebut ke bumi, memperlihatkan para staf dari badan luar angkasa Jepang, JAXA, yang tengah bersorak kegirangan.

Kapsul tersebut dijatuhkan oleh Hayabusa-2 pada Sabtu lalu, saat pesawat yang diluncurkan pada 2014 itu berada sejauh 220.000 kilometer dari bumi. Sampel di dalamnya merupakan abu yang dikumpulkan dari asteroid Ryugu yang berjarak sekitar 300 juta kilometer dari bumi selama 2 fase krusial dalam misi Hayabusa-2 tahun lalu.

Kapsul itu mengumpulkan baik debu permukaan dan material murni asteroid dengan menembakkan sebuah "impactor" ke asteroid. Material tersebut dipercaya tak berubah sejak awal jagat raya terbentuk.

Makoto Yoshikawa, manajer misi Hayabusa-2 mengatakan bahwa benda langit besar seperti Bumi memang mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Namun, material yang lebih kecil seperti asteroid, mereka tak akan berubah. Jadi, kondisinya akan tetap sama sejak 4,6 juta tahun lalu.

Para ilmuwan sangat antusias untuk meneliti apakah sampel tersebut dapat membantu kehidupan di Bumi.

"Kami masih belum mengetahui asal-muasal kehidupan dan Bumi. Karena itu, melalui misi Hayabusa-2, kami dapat mempelajari material dari Ryugu yang mungkin merupakan sumber kehidupan di Bumi," ujar Yoshikawa.

Sebagian dari material dalam kapsul akan dibagikan antara JAXA, badan luar angkasa AS, NASA, dan organisasi internasional lainnya untuk penelitian teknologi ke depannya.

Namun, rupanya pekerjaan Hayabusa-2 belum usai. Kini, pesawat ini akan memulai misinya di sekitar 2 asteroid baru, slaah satunya asteroid 2001 CC21 yang diperkirakan akan rampung pada Juli 2026.

Para peneliti berharap Hayabusa-2 dapat memotret asteroid tersebut dan dapat membantu peneliti untuk mengembangkan cara melindungi bumi dari serangan asteroid.

Setelah itu, Hayabusa-2 akan mendekati target utama mereka, 1998 KY26, sebuah asteroid berbentuk bola dengan diameter sebesar 30 meter saja. Saat pesawat ini mencapai asteroid tersebut pada Juli 2031, diperkirakan jaraknya sejauh 300 juta kilometer dari Bumi.

Ia akan mengobservasi dan memotret asteroid tersebut dan mengitari pusatnya setiap 10 menit sekali. Sayangnya, Hayabusa-2 sepertinya tak akan mungkin mendarat dan mengumpulkan sampel karena ia tidak memiliki cukup bahan bakar untuk kembali ke Bumi.