Share on

Mewabahnya COVID-19 alias corona virus di Jepang memang membuat negeri sakura ini jadi sepi. Apalagi setelah pemerintah mengumumkan tentang status darurat corona dan gubernur Tokyo, Yuriko Koike mengimbau agar warganya menghindari aktivitas tidak mendesak saat weekend yang memicu tutupnya salah satu pusat hangout anak muda Jepang, Shibuya109. Imbasnya, jalanan di Tokyo dan sekitar seperti Akihabara dan Shibuya menjadi sangat sepi layaknya kota mati. Namun, baru-baru ini Shibuya tidak lagi sepi, jalanannya mendapat penghuni baru yang. Siapakah mereka? Ternyata, kini Shibuya diambil alih oleh tikus!

Ya, Shibuya di area Kanto ini memang biasanya dipadati oleh orang-orang baik siang maupun malam, namun area Shibuya sangat sepi sekarang. Seperti dalam video di bawah ini:

Namun, di balik kondisi dalam video footage itu, ada aktivitas lain yang tersembunyi. Penghuni baru Shibuya, para tikus ke keluar dan berjalan-jalan dengan santai.

Para Tikus Ambil Alih Shibuya yang Kini Sepi
Tikus di Shibuya (Twitter: @fields81113)

Foto yang dunggah oleh @fields81113 melalui media social twitter itu disertai dengan caption sebagai berikut:

Aku baru saja melihat seekor tikus di Centre Gai [salah satu jalan utama bagi pejalan kaki di dekat Scramble Crossing]. Bukankah ini berbahaya jika tikus-tikus ke luar di saat hari masih terang? Jika Shibuya tatap sepi seperti sekarang karena lockdown, tempat ini akan jadi surga bagi para tikus, restoran-restoran akan hancur, dan kita harus mensterilkan kota dan menghadapi penyakit lain selain corona virus.

Cuitan @fields81113 itu menjadi viral dan mendapat respon dari orang-orang yang juga melihat tikus-tikus itu di siang hari.

Para Tikus Ambil Alih Shibuya yang Kini Sepi
Tikus di jalanan Shibuya yang sepi (twitter: @inushiro2)

Tikus-tikus ini juga ke luar pada malam hari:

Topik ini sampai masuk ke program Morning Show milik TV Asahi, di mana salah satu reporternya mengomentari bahwa tikus dalam jumlah besar terlihat di Shibuya dan Shinjuku akhir-akhir ini.

Sementara itu, orang dalam cuitan berikut mengatakan kalau terlihatnya tikus bukan berarti jumlah tikus di Shibuya naik, namun tikus ini ke luar untuk mencati makan karena penurunan makanan di bisnis restoran membuat sisa-sisa makanan ikut berkurang.

Tentunya banyak orang yang tidak senang dengan keluarnya tikus-tikus ini. Mereka berkomentar seperti berikut:

Hewan liar menjadi hidup jika tidak ada manusia di.

Jalanan Shibuta lebih kotor dari yang kita duga.

Pemerintah harus melepas banyak kucing untuk membersihkan area itu!

Melihat tikus-tikus itu ke luar di siang hari membuatku khawatir.

Akhir-akhir ini Shibuya menjadi surga bagi para tikus, mereka bahkan pernah merampok konbini tahun lalu year.

Ya, tikus pernah menyerang salah satu Family Mart di Shibuya, berlarian di lemari dan kulkas-kulkasnya, memaksa mereka untuk menutup sementara toko itu.

Ini bukan kali pertama mahluk-mahluk berbulu ini berlarian di jalanan Shibuya. Mereka juga terlihat berlarian setelah jalanan Shibuya sepi akibat serbuan Topan Hagibis pada Oktober tahun lalu.

Sepertinya Shibuya benar-benar harus melepas banyak kucing ya di jalanannya?