Share on

Halloween adalah salah satu hari yang paling banyak digemari di Jepang, dan banyak sekali acara-acara yang diadakan di berbagai tempat untuk merayakannya. Shibuya adalah salah satu tempat yang terkenal untuk merayakan Halloween.

Shibuya mengadakan acara Halloween setiap tahunnya yang ramai didatangi oleh para pengunjung baik lokal maupun asing. Namun belakangan ini banyak kejadian-kejadian yang terjadi seperti vandalisme dan kekacauan lainnya yang dilakukan oleh orang yang mabuk. Seperti pada tahun lalu dimana dikabarkan sebuah truk digulingkan oleh massa.

Untuk menanggulanginya Shibuya mengeluarkan aturan yang melarang konsumsi alkohol di jalanan pada akhir pekan sebelum Halloween dan saat hari Halloween nya. Hal ini adalah salah satu upaya untuk membuat daerah Shibuya agar tetap aman saat masyarakat merayakan Halloween di distrik tersebut, meskipun tidak ada hukuman bagi para pelanggar aturan ini.

Aturan pelarangan mengkonsumsi alkohol di jalanan ini akan berlaku di taman dan jalanan sekitar stasiun pada tanggal 25-27 Oktober dan 31 Oktober yang dimulai dari jam 18.00 - 05.00 dengan pengecualian tanggal 27 yang dari jam 18.00 hingga tengah malam. Aturan ini juga akan diberlakukan lagi pada saat malam tahun baru dan hari tahun barunya.

 Berikut ini adalah area-area yang terpengaruh.

Larangan Mengkonsumsi Alkohol di Area Publik Dikeluarkan Untuk Shibuya Halloween
(gambar: Shibuya)

Selain alkohol, aturan ini juga termasuk pada suara musik yang keras, menaiki lampu lalu lintas, dan kegiatan lainnya yang dianggap mengganggu ketenangan umum. Aturan ini awalnya diajukan oleh salah satu penduduk lokal yang merasa terganggu dengan suara gaduh dan sampah seiringan dengan makin banyaknya orang yang merayakan Halloween belakangan ini.

Ken Hasebe, walikota Shibuya mengatakan “Banyak orang yang bangga dengan jalan ini” dan menunjukan anggota publik yang ikut membantu membersihkan area setelah hari Halloween. “Sejujurnya akan lebih baik jika aturan ini tidak pernah ada, saya ingin Shibuya Halloween adalah sesuatu yang bisa dibanggakan” ungkapnya.

 

Featured image: Mainichi