Berita Jepang | Japanesestation.com

Angka kelahiran anak yang terus menurun di Jepang membuat Oji Holdings mengambil keputusan untuk menghentikan produksi popok anak dan beralih ke popok lansia. Keputusan ini diambil karena tren penjualan popok anak yang turun dari 700 juta ke 400 juta di rentang tahun 2001 hingga saat ini. Selain itu, penjualan popok untuk lansia telah melampaui popok anak selama lebih dari satu dekade dan diprediksi akan terus berlanjut

Dilansir dari The Guardian, juru bicara Oji Holdings menuturkan jika peningkatan produksi popok lansia ini diharapkan dapat dipakai di panti jompo dan fasilitas umum lainnya. Jepang telah mencapai titik kelahiran terendah di angka 758.631 tahun 2023, sementara angka kematian tahun lalu mencapai 1.590.503.

Di tahun 2022, jumlah anak di bawah 15 tahun tidak mencapai 12% jumlah populasi. Di lain sisi, jumlah lansia di atas 65 tahun menyentuh angka 30%. Jumlah populasi di Jepang juga diprediksi akan turun 30% sampai tahun 2065 dari 125 juta jiwa menjadi 85 juta jiwa.

Menurut perdana menteri Fumio Kishida, rendahnya angka kelahiran ini merupakan bentuk krisis eksistensial, Pemerintah telah menjanjikan bantuan keuangan bagi keluarga, kemudahan akses penitipan anak, dan peluang cuti yang lebih banyak untuk orang tua. Namun, kampanye yang dilakukan saat ini masih berdampak kecil.

Oji Holdings akan tetap menjual popok anak sampai persediaannya habis. Mereka juga akan memperluas peluang ke Indonesia dan Malaysia yang diperkirakan memiliki banyak permintaan untuk popok anak.