SHARE THIS ARTICLE
Kucing merupakan salah satu hewan kesayangan negeri Jepang.
Kucing merupakan salah satu hewan kesayangan negeri Jepang.

Ketika kita mengunjungi sebuah tempat untuk travelling, biasanya tujuan utama kita adalah jalan-jalan, bisnis, belanja, wisata kuliner, atau belajar kebudayaan masyarakat setempat. Jepang merupakan destinasi yang mampu menyediakan kesenangan tersebut secara lengkap dan sempurna.

Jepang bahkan mampu menyediakan momen wisata yang lebih unik lagi. Momen ini merupakan momen terbaik, terutama untuk pecinta kucing. Ya, kota ini merupakan destinasi yang tepat jika Anda ingin berlibur sembari menikmati hiburan dengan hewan berbulu yang manja ini. Di sinilah Anda bisa menambahkan tujuan utama liburan dengan “bermain bersama hewan ikonik”.

Kucing merupakan salah satu hewan kesayangan negeri Jepang. Hal ini terbukti dengan banyaklah hal-hal berbau kucing tersedia di Jepang. Anda tentu ingat dengan Hello Kitty, ikon kartun Kucing yang memang diciptakan oleh Jepang. Ada pula Doraemon, si robot kucing yang melegenda. Belum lagi dengan Tama, seekor kucing yang didapuk menjadi ikon sekaligus kapten penjaga stasiun kereta api di Kinokawa – prefektur Wakayama. Kunjungi stasiun tersebut untuk melihat Tama-chan menjaga stasiun kereta api lengkap dengan topinya.

Semarak Kafe Khusus Kucing
Jepang sangat menyukai kucing. Namun dengan lahan yang terbatas, populasi manusia yang terus meningkat ditambah waktu kerja yang sangat panjang, penduduk Jepang rata-rata memilih tinggal di apartemen dan kondominium. Peraturan properti tersebut kerap melarang penghuni untuk memelihara hewan. Sementara itu, kebutuhan berinteraksi dengan hewan imut, seperti kucing, semakin tinggi karena terbukti mampu mengurangi stress berkepanjangan.

Kondisi ini kemudian mendorong lahirnya kafe kucing di Jepang. Kafe pertama dibuka tahun 2005 dengan nama Niko No Mise. Dalam kurung waktu 10 tahun, popularitasnya naik dengan jumlah kafe kucing meningkat hingga 79 unit. Tahun ini, rasanya sudah ada ratusan kafe kucing di Jepang.

Konsep kafe ini sangat menarik. Pelayanan yang disediakan utamanya bukan makan dan minum, melainkan waktu bermain dengan kucing. Selama berada di kafe tersebut, kita dapat bermain dengan kucing, memberi mereka makan sesuai yang disediakan kafe tersebut, membaca manga, serta menikmati aneka minuman.

Terkait kebersihan, kafe kucing di Jepang sangatlah bersih dengan kucing yang sangat terawat. Rata-rata kafe kucing mempunyai peraturan ketat. Para tamu harus menitipkan barang di loker, melepas alas kaki, lalu menggunakan tag nama yang berisi waktu masuk. Sebelum berinteraksi dengan kucing, tamu harus mencuci tangan dengan cairan pembersih khusus. Para tamu juga dilarang untuk membangunkan kucing yang tidur atau memaksa kucing yang menghindar untuk bermain dengan mereka. Untuk menghindari perlakuan kasar terhadap kucing, tamu yang boleh mengakses kafe ini dibatasi minimal kelas 5 SD.

Tarif kafe ini biasanya dihitung per jam. Biayanya sekitar 1.000 yen atau Rp 110.000-an per jam (hari biasa). Jam operasional kafe kucing di Jepang rata-rata pukul 10 pagi hingga 10 malam. Waktu teramainya adalah jam pulang kerja dan di akhir pekan.

Beberapa kafe kucing terpopuler di Jepang adalah:
–    Calico Cat Cafe – Shinjuku, Tokyo
–    Nekorobi Cat Cafe – Ikebukuro, Tokyo
–    Kyariko Cat Cafe – Shinjuku, Tokyo

Pulau Kucing Memenuhi Jepang
Ketika kota di Jepang dipenuhi dengan kafe kucing, maka lain lagi dengan pulaunya. Tercatat sekitar 11 pulau di Jepang mendapat julukan Pulau Kucing karena banyaknya kucing menghuni pulau tersebut. Beberapa di antaranya bahkan memiliki populasi kucing yang mengalahkan populasi manusianya.

Pulau-pulau tersebut tidak memiliki kawasan wisata menarik, apalagi akomodasi dan sarana-prasarana yang memadai. Namun, kucing menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan turis dari berbagai negara ke pulau ini. Dua pulau berikut ini adalah pulau kucing paling populer di Jepang yang bahkan sangat populer hingga ke dunia internasional.

Pulau Tashirojima – Ishinomaki, prefektur Miyagi
Pulau ini dulunya adalah pusat penghasil sutra. Hewan berkaki empat ini didatangkan ke pulau untuk membasmi hama sutra (cacing dan tikus). Saat ini pulau Tashirojima hanya dihuni 100 penduduk manusia, dan sisanya adalah ratusan kucing. Kucing di pulau ini dipandang membawa keberuntungan. Hal ini semakin menjadi-jadi ketika tsunami melanda pulau ini tahun 2011 lalu. Gempa berskala 8.9 ritcher menghantam pulau, menghancurkan bangunan. Para penduduk semuanya selamat karena mengikuti para kucing yang mampu membaca sinyal bahaya dan berlari ke area yang lebih tinggi dan aman.

Pulau Aoshima – Ehime, prefektur Miyazaki
Aoshima dihuni 120 kucing yang hanya ditemani dengan 20 penduduk berusia senja. Dulunya kucing dibawa masuk pulau untuk mengusir tikus yang kerap merusak perahu nelayan. Nihilnya keberadaan anjing membuat kucing semakin tenang hidup di pulau Aoshima.

Source : sinarharapan.co
COMMENT