SHARE THIS ARTICLE

Apa rasanya jika daging hewan yang akan kita santap masih bergerak-gerak? Mungkin sebagian besar orang akan jijik atau kasihan. Namun, inilah yang menjadi atraksi di sebuah restoran di Hakodate, Hokkaido, Jepang.

Foto: RocketNews24
Foto: RocketNews24

Restoran Ikkatei Tabiji di kompleks Donburi Alley memasang poster besar bertuliskan ‘Active Dancing Squid Rice Bowl (Katsu Ika Odori-don)’ beserta fotonya. Hidangan ini dijual dengan harga 1.890 yen (Rp 216.000).

Setelah menerima pesanan, sang koki mengambil cumi-cumi hidup dari akuarium dengan tangan kosong. Sekitar 4-5 menit kemudian, sebuah mangkuk berisi nasi, telur salmon, dan berbagai topping lainnya disajikan.

Tentu saja, di atasnya ada cumi-cumi yang baru ditangkap tadi dengan bagian kepala yang sudah dipotong. Tentakelnya diletakkan melebar. Jika diperhatikan dengan saksama, cumi-cumi segar ini masih berkedut lemah.

Sang pelayan menyarankan pelanggan menuangkan shoyu ke atas cumi-cumi tersebut untuk melihat atraksi ‘cumi menari’. Benar saja, setelah shoyu disiramkan ke tubuhnya, cumi-cumi ini seperti memberontak. Makin lama, gerakannya makin pelan.

Jika tak tahan, Anda bisa meminta cumi-cumi tersebut dipotongkan oleh staf restoran. Meski demikian, tak dijamin potongan cumi-cumi ini benar-benar berhenti bergerak.

Cumi-cumi memang kenyal, namun menurut reporter situs Rocket News 24 yang mencobanya, cumi-cumi satu ini terlalu keras. “Seperti menggigit tulang rawan murni,” tulisnya.

Menurut supir taksi yang ditumpangi sang reporter, kebanyakan pengunjung yang mencoba Active Dancing Squid Rice Bowl adalah wisatawan lansia dan siswa asing yang sedang melakukan kunjungan.

Sepertinya penduduk lokal tak mampir ke Donburi Alley seperti para turis. Kebanyakan orang yang tinggal di sini hanya pergi ke pasar swalayan,” ujar si supir taksi.

Source : food.detik.com
COMMENT