Berita Jepang | Japanesestation.com

Salah satu jaringan minimarket di Jepang, Ministop, menghadirkan strategi promosi yang cukup unik dengan membagikan es krim gratis melalui iklan interaktif di Stasiun Shinjuku, Tokyo. Di tengah persaingan ketat dengan konbini besar seperti 7-Eleven, FamilyMart, dan Lawson, Ministop yang sebenarnya sudah cukup dikenal justru tengah menghadapi kerugian besar, yakni sekitar 5,6 miliar yen atau setara Rp580 miliar.

Iklan Unik Minimarket di Stasiun Shinjuku Ini Bagiakan Es Krim Gratis
Es Krim dapat ditukar di Ministop (www.soranews.com)

Alih-alih melakukan penghematan, perusahaan ini memilih langkah berani dengan membagikan soft serve gratis guna menarik perhatian pelanggan. Promosi tersebut dilakukan melalui poster digital interaktif yang dipasang di area Metro Promenade Stasiun Shinjuku, dengan pesan utama “pasti menang”.

Iklan Unik Minimarket di Stasiun Shinjuku Ini Bagiakan Es Krim Gratis
Pengunjung antri bergantian untuk scan iklan ini (www.soranews.com)

Masyarakat yang melintas cukup menempelkan smartphone mereka pada titik tertentu di poster untuk mendapatkan kupon es krim gratis. Setelah memindai kode yang tersedia, pengguna akan menerima barcode yang dapat ditukarkan di kasir untuk mendapatkan es krim gratis di seluruh gerai Ministop.

Iklan Unik Minimarket di Stasiun Shinjuku Ini Bagiakan Es Krim Gratis
Hanya dengan scan logo tersebut sudah bisa dapat es krim (www.soranews.com)

Program promosi ini berlangsung dalam waktu terbatas, yaitu dari 20 hingga 26 April, dengan masa penukaran kupon hingga 10 Mei. Setiap orang hanya dapat mengikuti promo ini satu kali.

Tujuan utama dari kampanye ini adalah memperkenalkan produk terbaru mereka, yaitu “Hokkaido Milk Soft Serve”, yang dibuat dari susu berkualitas tinggi asal Hokkaido. Dari segi rasa, produk ini diklaim memiliki tekstur yang lebih creamy dan segar dibandingkan versi sebelumnya, bahkan memberikan kesan seperti produk premium.

Melalui kampanye ini, Ministop tidak hanya membagikan produk secara gratis, tetapi juga berupaya membangun kembali minat konsumen terhadap merek mereka. Strategi ini dinilai sebagai langkah kreatif untuk menarik perhatian publik, mendorong kunjungan ke toko, serta berpotensi meningkatkan penjualan di tengah kondisi keuangan yang menantang.