Berita Jepang | Japanesestation.com

Cokelat Valentine buatan sendiri memang enak, tapi apakah orang-orang masih akan membuatnya di era virus corona?

Natal dan Tahun Baru telah berlalu, yang berarti Jepang bersiap-siap untuk liburan besar berikutnya, Hari Valentine! Toko-toko telah membuang dekorasi pesta mereka dan menggantikannya dengan tumpukan camilan manis di barisan terdepan. Baik itu cokelat buatan sendiri atau hanya sesuatu yang kamu beli di toko, Hari Valentine adalah hari besar untuk cokelat di Jepang.

Cokelat
Cokelat (soranews24.com)

Meskipun sudah menjadi tradisi bagi wanita untuk memberikan cokelat kepada orang yang mereka cintai maupun rekan kerja pada tanggal 14 Februari, untuk gadis-gadis remaja Jepang, lebih umum untuk memberikan cokelat kepada seseorang yang mereka sukai sambil menyatakan perasaan mereka. Tapi bagaimana budaya ini akan berubah di tahun ini, dengan virus corona menjadi 'new normal'? Bagaimana anak muda Jepang saat ini berencana menghabiskan Hari Valentine 2021?

Huawei MatePad Pro

Memedays adalah lembaga yang meneliti tren media sosial dari Generasi Z (siapa pun yang lahir setelah 1995).  Mereka melakukan survei terhadap 545 gadis Jepang berusia antara 15 dan 19 tahun, dan bertanya kepada mereka "Apa rencana untuk Hari Valentine 2021?"

Survei Memedays
Survei Memedays (soranews24.com)

Untuk mendapatkan gambaran kasar tentang kehidupan sebelum corona, peserta ditanyai apa yang mereka lakukan untuk Hari Valentine tahun lalu, dengan 78 persen menjawab bahwa mereka membagikan cokelat, baik kepada teman-temannya maupun untuk diri sendiri. Namun, angka tahun ini jauh lebih rendah, dengan hanya 37,1 persen peserta yang mengatakan bahwa mereka akan memberikan cokelat kepada teman-temannya, dan 16,8 persen mengatakan mereka berencana memberikan cokelat untuk diri mereka sendiri.

Tapi bagaimana dengan membuat cokelat sendiri? Tidak ada yang lebih menyentuh daripada cokelat buatan sendiri untuk seseorang yang spesial, dan tahun lalu cokelat buatan sendiri menjadi trending di media sosial Jepang. Namun dengan datangnya virus corona, apakah gadis-gadis Jepang masih akan membuatnya? Menurut survei, mungkin tidak sebanyak itu.

Makan cokelat
Ilustrasi makan cokelat (soranews24.com)

Saya akan Membuat Cokelat Sendiri

2020 - 63,2 persen

2021 - 52,2 persen

Saya akan Membeli Cokelat

2020 - 24,6 persen

2021 - 30 persen

Saya akan Membeli dan Membuat Cokelat

2020 - 12,2 persen

2021 - 17,8 persen

Para remaja ini juga ditanya tentang apa yang paling penting dari memberikan cokelat di Hari Valentine. Tanggapannya termasuk 'rasanya enak', 'kemasan yang bagus', 'mudah dimakan' dan, dalam tanggapan yang sangat Generasi Z, 'terlihat bagus di media sosial'.

Azato Choko
Azato Choko (soranews24.com)

Mungkin karena potensi risiko penyebaran virus corona, banyak gadis-gadis remaja ini menjawab bahwa mereka tidak akan membuat cokelat sendiri daripada tahun lalu, dan persentase orang yang berencana membeli cokelat meningkat. Meskipun cokelat buatan sendiri merupakan hadiah yang istimewa, COVID-19 bukanlah sesuatu yang indah untuk dibagikan, bahkan di Hari Valentine.