Share on
Akihabara memang bukanlah area paling ramai di Tokyo, area Kanto. Namun, bukan berarti tempat ini sepi. Sebagai surga para otaku, Akihabara biasanya dipenuhi dengan pecinta budaya pop Jepang, seperti anime, manga, dan video game, terutama ketika weekend. Tak hanya itu, Akihabara juga dikenal sebagai pusat barang elektronik tebesar di Jepang, jadi tak aneh jika tempat ini selalu dipenuhi orang berlalu-lalang. Namun, pemandangan ramai itu kini menghilang. Surga para otaku itu kini menjadi sepi seperti kota mati.
Akihabara, Surga Para Otaku yang Kini Sepi
Akihabara, surga para otaku yang sepi (soranews24.com)
Ya, naiknya status Jepang menjadi darurat COVID-19 membuat jalanan Akihabara, surga para otaku Jepang menjadi sangat sepi. Jika tidak percaya, lihat saja gambar di atas yang diambil di luar Electric Town Gate Stasiun JR Akihabara yang menghubungkan orang-orang ke berbagai toko-toko elektronik dan barang-barang berbau anime. Biasanya, jalan di depan stasiun iru dipenuhi dengan orang yang bedebat dengan temannya tentang merchandise apa yang harus mereka buru terlebih dahulu, atau turis asing yang tersenyum bahagia karena berhasil menginjakkan kakinya di surga para otaku itu. Namun, pemandangan Akihabara sekarang sama sekali tidak terlihat seperti itu.
Hal serupa juga terjadi di bagian belakang Akihabara. Tidak ada para cosplayer yang berpose, tidak ada maid imut yang berkata "Master!" atau "Onii-chan!" untuk menarik perhatian para pelanggan dan mengundang mereka masuk ke cafe tempat mereka bekerja. Yang ada hanyalah jalan yang sunyi drngan suara kicauan burung.
Akihabara, Surga Para Otaku yang Kini Sepi
Jalan belakang Akihabara yang biasanya dipenuhi cosplayer dan maid imut. (soranews24.com)
Meski sepi, tidak berarti Akihabara kosong melompong. Area ini memang terkenal sebagai surga otaku dan barang elektronik Jepang, namun di area ini juga terdapat banyak kantor-kantor, terutama di area UDX skyscraper, simbol Akihabara. Beberapa kantor ini masih beroperasi, terlihat dari para karyawannya yang ke luar masuk area tersebut. Namun sepertinya, para karyawan ini tidak berniat berlama-lama di kantor karena tidak seperti biasanya, langkah mereka sangat cepat dan tidak ada obrolan di antara mereka.
Akihabara, Surga Para Otaku yang Kini Sepi
Para karyawan di Akihabara yang tetap bekerja. (soranews24.com)
Sepinya Akihabara juga tentu berpengaruh besar pada bisnis-bisnis di toko-toko sekitar Akihabara. Misalnya saja salah satu  toko elektronik besar di area tersebut. Bahkan, salah satu pegawainya mengatakan hal ini saat diwawancarai:
"Awalnya kami berpikir kalau sepinya jalan akibat salju yang tebal ini, namun beberapa minggu ini, sangat terlihat betapa sedikitnya pelanggan yang datang. Sangat aneh melihat Akihabara sangat kosong, ya kan? Dalam bisnis sendiri, ada lonjakan penurunan pelanggan. Sepertinya mereka tidak akan ke luar rumah kecuali untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau ada hal darurat. Dan sepertinya kebanyakan orang lebih memilih untuk membeli barang secara daring.
Selain itu, sepertinya jumlah karyawan kantoran di area ini menurun meskipun stasiun tetap penuh di pagi hari atau pada rush hour di sore hari. Untuk turis asing, sepertinya mereka benar-benar menghilang. Biasanya, aku melihat seorang solo traveler setiap harinya, namun pemandangan itu tak terlihat lagi," ujarnya.
Sama seperti Asakusa, restoran dan toko-toko di Akihabara juga kebanyakan bergantung pada turis yang datang. Meskipun begitu, kamu tidak bisa menyalahkan siapapun akibat kondisi ini. Nah, daripada pusing memikirkan kapan wabah ini berakhir, lebih baik melakukan sesuatu yang lain seperti bermain game, menonton anime, atau mencoba melakukan sesuatu yang konon bisa menangkal virus seperti menggambar Amabie. Jangan lupa berdoa agar wabah ini hilang dan bisnis kembali lancar ya!