Share on

Sebuah firma keamanan di sebuah kota di Jepang bagian barat yang dikenal sebagai tempat kelahiran sebuah sekolah ninja yang terkenal sedang menikmati kesuksesan mereka karena menyediakan penjaga keamanan yang menggunakan seragam ala prajurit Jepang tradisional, Ninja. 

Advertise With Us

SCC Co di Koka telah memanfaatkan ketenaran kota untuk wisata ninja sejak penjaga keamanan berpenampilan ninja memulai debutnya dalam misi mengatur lalu lintas pada pembukaan salah satu waralaba kopi di kota pada tahun 2016. Semenjak itu kelompok ninja khusus dari perusahaan ini terus dipekerjakan untuk berbagai pekerjaan baru dan kepala perusahaannya, Maya Miyoshi, sekarang sedang berusaha untuk mendapatkan kontrak Olimpiade dan Paralimpiade 2020 di Tokyo.

"Ninja adalah ikon kelas dunia dan kami ingin orang-orang merasa akrab dengan keamanan tradisional Jepang di fasilitas olahraga," kata Miyoshi, yang mengenakan kedok seorang kunoichi, atau ninja wanita.

Wanita yang mengenakan seragam judo berwarna merah gelap dan dipersenjatai dengan mainan shuriken (pisau ninja) serta pentungan berbentuk pedang samurai tersebut mengatakan, "Saya selalu suka melakukan sesuatu yang berbeda. Saya ingin membuat sebuah perubahan dalam industri keamanan yang nampaknya kuno. "

Miyoshi telah mengejutkan banyak kalangan industri ini sejak mengambil alih SSC, sebuah spin-off dari unit keamanan perusahaan suaminya, pada tahun 2011. Pengalamannya dalam merancang desain di sekolah menengah mengilhami gagasan-gagasan yang inovatif seperti mengenakan seragam penjaga keamanan kuning.

Penjaga keamanan berpakaian ninja SCC telah populer di kalangan publik, termasuk dalam kalangan pelajar SMA dan orang asing, dimana banyak orang yang ingin mengambil foto dari para penjaga keamanan yang nyentrik tersebut.

Mimpi Miyoshi adalah untuk membawa ninja keamanannya ke Olimpiade 2020 di ibu kota Jepang. "Kami ingin berkontribusi ke Olimpiade Tokyo. Jika kita menarik perhatian, itu akan menggembirakan industri ini juga."

All Japan Security Service Association mengatakan bahwa industri tersebut berkembang di negara Jepang setelah sukses di Olimpiade Tokyo 1964, ketika pekerjaannya untuk menjaga pemukiman atlet secara luas diakui oleh masyarakat dan di bidang bisnis.

  (featured image : scmp)