SHARE THIS ARTICLE

modern day hachiko 01

Seekor anjing di kota Iida, Prefektur Nagano, telah menjadi fokus perhatian pecinta hewan Jepang setelah ia terlihat menunggu dengan sabar di sisi jalan pegunungan selama lebih dari tujuh hari meskipun dengan cuaca yang dingin menusuk dan seringnya turun hujan.

Anjing tersebut tidak pernah mau bergerak sedikit pun dan beranjak dari daerah tersebut selama berhari-hari, dan hanya menatap ke arah turunan di sepanjang jalan raya seakan menunggu pemiliknya untuk kembali, seperti Hachiko jaman modern.

Seperti digambarkan dalam sebuah film tahun 2009 berjudul Hachi, Hachiko adalah nama seekor anjing yang menunggu tuannya setiap hari di luar Stasiun Shibuya di Tokyo dengan sabar untuk sembilan tahun yang luar biasa setelah kematian tuannya itu. Anjing tersebut akan pergi untuk bertemu tuannya Ueno Hidesaburo pulang dari tempat kerja pada waktu yang sama setiap hari selama bertahun-tahun, namun setelah Ueno menderita stroke dan meninggal dunia, anjing miliknya itu terus kembali ke stasiun setiap hari sampai akhirnya anjing itu sendiri mati sembilan tahun kemudian, diiringi dengan kesedihan penduduk setempat dan staf stasiun yang makin lama makin mencintai dan mengasihaninya.

Pengunjung yang datang ke stasiun itu kini dapat melihat sebuah patung peringatan untuk anjing setia itu berdiri di luar pintu masuk terdekat ke penyeberangan jalan ramai di dekatnya, dan dinamakan “Jalan Keluar Hachiko”.

modern day hachiko 03

Anjing berwarna cokelat muda yang ditemukan di Prefektur Nagano yang bercuaca dingin itu pertama kali terlihat oleh pasangan lokal pada tanggal 4 Desember saat mereka sedang berkendara keluar. Pasangan yang berusia 70-an itu sedang berkendara di sepanjang jalan pegunungan yang tinggi ketika mereka melihat anjing yang tampak menyedihkan itu berdiri di bagian terbuka dari dataran di dekat pinggir jalan, menghadap ke bawah jalan yang menurun.

Dikatakan bahwa anjing itu adalah anjing yang berotot dan kemungkinan dipelihara sebagai anjing pemburu, meskipun kini jelas terlihat ia menderita kekurangan gizi dan karena terlalu lama terkena cuaca yang buruk ia mulai terlihat kepayahan.

“Ia mungkin terlalu jauh terpisah dari tuannya,” komentar pasangan yang pertama kali melihat anjing tersebut, “namun jika ia memang ditinggalkan oleh tuannya, walau menunggu selama apapun kemungkinan besar tuannya tidak akan kembali untuknya. Aku merasa kasihan padanya, ia pasti sangat kelaparan.”

Lebih dari tujuh hari kemudian, walau harus menghadapi kejamnya angin dingin di daerah tersebut, anjing itu tetap berada di tempat yang sama dan nampaknya masih terus menunggu kepulangan tuannya.

Tidak diketahui mengapa tidak ada orang di sekitar situ yang mengambil anjing tersebut dan membawanya ke tempat yang aman dan hangat.

source : chunichi.co.jp via japantoday.com

additional pics : japancrush.com

COMMENT