Berita Jepang | Japanesestation.com

Prefektur Nagano menjadi salah satu prefektur yang terkurung oleh daratan di Jepang. Tidak adanya laut turut memengaruhi jenis kuliner yang didominasi oleh hasil pertanian. Wilayah Nagano yang dikelilingi oleh pegunungan dan kaya akan alam berhasil menghasilkan banyak hidangan yang variatif dan menggugah selera. Saat kamu mengunjungi Nagano, pastikan kamu mencicipi salah satu dari daftar kuliner khas Nagano berikut ini.

Sinshu Salmon

Meski tidak memiliki daerah laut, Nagano memiliki salah satu jenis salmon yang dikategorikan sebagai ikan mewah. Sinshu Salmon berasal dari hasil perkawinan silang antara Ikan Nijimasu dan Salmon Trutta. Memiliki warna tubuh keperakan dan daging merah berkilau, Sinshu Salmon merupakan jenis salmon yang rendah lemak dan protein tinggi, berbeda dengan salmon hasil tangkapan di laut. Selain itu, Sinshu Salmon telah bebas parasit karena berasal dari penangkaran. Kamu bisa menemukan aneka kuliner Sinshu Salmon di kota Azumino.

Sinshu Salmon menjadi budidaya ikan lokal khas Nagano (Nagano Prefecture & Living Information).
Sinshu Salmon menjadi budidaya ikan lokal khas Nagano (Nagano Prefecture & Living Information).

Sinshu Soba

Dibudidayakan secara lokal, Sinshu Soba menjadi salah satu jenis soba berkualitas tinggi. Di Nagano, Shinshu Soba bisa dinikmati dengan tiga cara. Pertama, Togakushi Soba yang dinikmati dengan cara tradisional. Kedua, Touji Soba yang dinikmati dengan kaldu jamur dan tanaman air. Ketiga, Sunki Soba yang dinikmati dengan acar sayuran yang telah difermentasi menggunakan asam laktat. Kamu bisa menemukan aneka hidangan Sinshu Soba di restoran yang ada di sekitar stasiun.

Soba kualitas tinggi hasil budidaya lokal (Food in Japan).
Soba kualitas tinggi hasil budidaya lokal (Food in Japan).

Basashi

Menikmati daging kuda telah lama menjadi tradisi di Nagano sejak zaman kuno. Umumnya, daging kuda dapat dinikmati sebagai sashimi, sushi, maupun sukiyaki. Jika kamu ingin menikmati sashimi daging kuda, kamu bisa mengunjungi rumah makan terkenal Shin Miyoshi di Matsumoto. Sementara itu, mengunjungi Banikuman di kota Nagano memungkinkan kamu menemukan bagian yang kurang umum dari kuda.

Banikuman di kota Nagano menyediakan bagian yang kurang umum dari kuda (Trip Advisor).
Banikuman di kota Nagano menyediakan bagian yang kurang umum dari kuda (Trip Advisor).

Tsukudani

Meski termasuk ke dalam kategori kuliner ekstrim bagi sebagian orang, memakan belalang menjadi budaya tersendiri di Nagano. Belalang khas Nagano atau Tsukudani menjadi sumber protein utama sekaligus melindungi pertanian warga. Cara memakannya mudah, kamu cukup mendiamkan belalang semalaman agar bersih dari kotoran, kemudian kamu bisa memanaskannya dengan air mendidih dan merebusnya dengan kecap asin serta gula sebelum disantap.

Kuliner belalang ala Nagano (Our Regional Cuisines).
Kuliner belalang ala Nagano (Our Regional Cuisines).

Hon Wasabi-han

Jika kamu tidak menyukai sensasi yang dirasakan saat menyantap wasabi, mungkin kamu perlu mencoba hidangan wasabi ala Nagano ini. Tidak seperti wasabi pada umumnya, wasabi asal Nagano memiliki rasa manis yang muncul setelah sensasi pedas yang menyengat dan menggelitik hidung. Wasabi khas Nagano ini bisa kamu nikmati dengan mencampurkan wasabi bersama nasi putih panas, rumput laut, ikan bonito, dan daun bawang ke dalam mangkok.

Racikan khas Nagano untuk menikmati wasabi (Fun! Japan).
Racikan khas Nagano untuk menikmati wasabi (Fun! Japan).

Wasabi khas Nagano ini bisa kamu nikmati dengan mencampurkan wasabi bersama nasi putih panas, rumput laut, ikan bonito, dan daun bawang ke dalam mangkok.