Berita Jepang | Japanesestation.com

Hari kedua penyelenggaraan Kyoto International Film and Art Festival (KIFF) dimulai pada tanggal 14 Oktober dengan pengumuman besar dari Yoshimoto Kogyo. Acara ini telah meluncurkan Original Writing Development Project yang akan menawarkan orang-orang biasa kesempatan untuk menerbitkan karya mereka, dan memenangkan penghargaan.

hari-kedua-kyoto-international-film-and-art-festival-luncurkan-original-writing-development-project-1Kyoto International Film and Art FestivalYoshimoto Kogyo akan berkolaborasi dengan Kindle Direct Publishing (suatu layanan di mana para penggunanya dapat langsung mempublikasikan novel mereka), Storys.jp (sebuah website di mana para penulis dapat mengunggah cerita-cerita pribadi mereka), dan Medibang! (Sebuah situs penciptaan manga komik yang menawarkan perangkat lunak/software penciptaan manga secara gratis) untuk menawarkan berbagai penghargaan pada platform ini dan mempromosikan para pencipta dari masing-masing karya mereka.

Untuk masing-masing pemenang, Yoshimoto Kogyo akan membentuk peluang penerbitan melalui penjualan eksklusif dari berbagai buku fisik dan e-book. Hal ini memungkinkan karya-karya tersebut dapat digunakan untuk membuat naskah film atau acara televisi yang akan didistribusikan melalui Amazon Prime Video.

Setiap penghargaan akan dipromosikan oleh dua festival film internasional dari Yoshimoto Kogyo, Kyoto International Film and Art Festival (KIFF) dan Okinawa International Movie Festival (OIMF). Upacara-upacara penghargaan dan pemutaran perdana dari karya visualnya akan berlangsung selama acara-acara berkelas ini.

Original Writing Development Project diciptakan untuk memaksimalkan kekuatan tulisan original di era baru ini dari alat-alat online dan promosi. Proyek ini akan memanfaatkan semua orang berbakat yang tidak memiliki kesempatan untuk membuat karya mereka agar dilihat banyak orang karena mereka tidak memiliki penerbit atau agen humas. Yoshimoto akan berkolaborasi dengan para rekanan utama yang telah disebutkan untuk menciptakan sebuah platform yang hidup dan dapat dilihat bagi para penulis dan pencipta agar karya mereka dapat dilihat dan dihargai banyak orang. Proyek ini akan menawarkan orang-orang kreatif suatu kesempatan untuk mencapai jutaan penggemar dan menghasilkan konten-konten yang hits, entah itu buku, manga atau film/TV/video. Visi dari program inventif ini adalah untuk menemukan cara-cara baru dalam menemukan karya yang kuat dan orang-orang berbakat yang dapat memenuhi permintaan pasar, baik internasional dan dalam negeri, untuk konten baru yang besar.

hari-kedua-kyoto-international-film-and-art-festival-luncurkan-original-writing-development-project-3Hari kedua KIFF menjadi saksi dari pemutaran film produksi bersama Jepang dan Filipina yang menyentuh berjudul Tomodachi yang diputar pada pagi hari di Aeon Cinema Kyoto Katsuragawa. Karya yang kuat ini dibuat berdasarkan pada kisah nyata tentang seorang pria Jepang, Toshiro, yang tinggal di Filipina beberapa waktu sebelum Perang Dunia II. Ia dan Rosalinda, wanita cantik dari Filipina, jatuh cinta tapi berbagai peristiwa sejarah memisahkan mereka, mengubah cinta mereka menjadi tragedi. Aktor/sutradara/produser multi talenta Jackie Wu menggambarkan Toshiro yang baik hati sementara aktris pendatang baru asal Filipina, Bela Paderia, memerankan Rosalinda.

Karya ini menjadi tontonan yang laris di ajang festival film tersebut. Setelah premiernya di Jepang pada ajang KIFF, film tersebut akan diputar di Berlin Art Film Festival dan Milano Film Festival di Italia.

hari-kedua-kyoto-international-film-and-art-festival-luncurkan-original-writing-development-project-4Dituturkan dalam gaya kilas balik ketika Toshiro mengunjungi Filipina beberapa tahun kemudian, kita melihat perkembangan ikatan yang kuat dari Toshiro dengan masyarakat setempat dan hubungannya yang dibangun dengan Rosalinda. Ketika perang membuat mereka terpisah dan kemudian mengembalikan Toshiro ke negaranya sebagai seorang prajurit, skenario film ini ditempa menjadi penuh dengan ketegangan.

Film ini menyentuh tema lintas budaya dan Wu menjelaskan "Bagi saya hal yang paling penting tentang cerita ini adalah bahwa film ini dibuat berdasarkan pada cinta murni antara dua orang. Saya benar-benar ingin menggambarkan kasih murni ini."

hari-kedua-kyoto-international-film-and-art-festival-luncurkan-original-writing-development-project-5Pada sore hari KIFF menawarkan suguhan khusus. Kuil Hongan-ji, yang didirikan pada tahun 1321, menjadi tuan rumah pemutaran film klasik Charlie Chaplin berjudul "Limelight" (1952), bagian dari fokus KIFF terhadap film bisu.

Chaplin telah disebut sebagai Raja Komedi, dan bintang film besar pertama di dunia, yang begitu besar sehingga hampir 100 tahun setelah karirnya dimulai, The Chaplin Society of Japan terus mempromosikan karya-karyanya, dan Presiden Hiroyuki Ono menjelaskan pengaruh Chaplin sebelum pemutarannya di dalam kuil Nishi Hongan-ji.

hari-kedua-kyoto-international-film-and-art-festival-luncurkan-original-writing-development-project-6Sebagai penggemar Chaplin sejak menonton "The Great Dictator" ketika masih berusia 10 tahun, Ono menjelaskan bahwa "Ada banyak film-film yang membuat Anda tertawa, dan ada banyak film yang menyentuh Anda, tetapi pada saat yang sama, film Chaplin membuat Anda tertawa dan menangis tersedu-sedu."

Limelight menampilkan penampilan dari Buster Keaton, dan dianggap sebagai karya yang sangat pribadi bagi Chaplin, namun karena masalah visa Inggris di Amerika Serikat pada waktu itu, filmnya itu sebagian besar tidak diketahui di negara tersebut. Sejak itu film tersebut telah dievaluasi kembali sebagai salah satu film terbaiknya. Nishi Hongan-ji dibuat menjadi latar yang abadi untuk film tersebut. Kuil tersebut merupakan yang terbesar dari kuil-kuil Jodo Shinshu (Pure Land Buddhism), yang menjadi rumah dari banyak harta nasional Jepang, serta empat panggung Noh, salah satunya dianggap sebagai yang tertua yang masih ada.