Share on

Jepang selalu menarik bagi orang luar. Kebijakan isolasi diri yang dipaksakan selama 200 tahun di Jepang, dikenal sebagai “sakoku”, memungkinkan penduduknya mengembangkan budaya yang kaya akan tradisi unik. Ini menggelitik rasa ingin tahu para pedagang zaman dahulu kala, dan bahkan masih menjadi daya tarik tersendiri sampai saat ini, termasuk bagi industri perfilman. Ada banyak film Hollywood yang meminjam ornamen dari Jepang, baik unsur sejarah, budaya, ataupun menjadikannya sebagai latar cerita. Berikut adalah 13 film Barat yang mengambil Jepang sebagai setting pengambilan alur ceritanya.

Tokyo Pop

Film komedi romantis tahun 1988 ini hadir di saat gelembung ekonomi sedang dialami Jepang. Berkisah tentang seorang gadis Amerika dari New Jersey yang melakukan perjalanan ke Tokyo untuk menemukan ketenaran dan kekayaan sebagai penyanyi. Di negeri sakura dia berteman dengan Hiro, seorang "rocker Amerika." Mereka pun bergabung untuk mencapai kesuksesan bersama. Meskipun berusia lebih dari 30 tahun, film ini memberikan gambaran yang sangat akurat tentang pengalaman “gaijin" yang umum ketika pindah atau bepergian ke Jepang.

The Outsider

Film barat original dari Netflix ini dirilis pada tahun 2018 dan dibintangi oleh Jared Leto. Bercerita tentang seorang P.O.W. Amerika di Jepang pasca perang dan menjadi anggota Yakuza. Selain membawa mitos Yakuza ke khalayak yang lebih luas, film ini banyak membahas inklusi ketika tokoh utama berjuang untuk menemukan tempat di mana dia merasa cocok, baik secara geografis maupun etis.

Fast & the Furious: Tokyo Drift

Film ini mungkin adalah film yang berlokasi di Jepang paling akrab di telinga pemirsa Barat. Lagu fenomenal yang menjadi soundtrack film Tokyo Drift merupakan karya dari Teriyaki Boyz (artis hip-hop Jepang) dengan bantuan dari Pharrell. Menceritakan seorang bocah Angkatan Darat yang bermasalah dari Amerika dikirim untuk tinggal bersama ayahnya di Tokyo. Minatnya akan mobil dan balapan membawanya ke arena sirkuit balap Tokyo underground.

Memoirs of a Geisha

Dirilis pada tahun 2005, film Barat ini menjadi kontroversi. Sebagian besar karena tokoh utamanya, seorang anak yatim piatu Jepang yang diangkat menjadi geisha berbakat, justru diperankan oleh artis Tiongkok, bukan warga Jepang asli. Film ini mengambil latar sebelum perang tumpah dan berakhir tepat setelah perang, serta merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama dan ditulis oleh Arthur Golden pada tahun 1997.