Berita Jepang | Japanesestation.com

Dengan banyaknya warga asing di Jepang, maka kebutuhan kelas bahasa Jepang pun semakin meningkat. Apalagi, belajar bahasa baru bukan hanya soal kosakata, tapi tentang bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari serta memahami budayanya. Menyadari hal ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang (MEXT) terus mengembangkan platform pembelajaran online mereka, “Connect and Enhance Your Life in Japanese”, yang lebih dikenal sebagai Tsunahiro.

Melalui update terbaru pada Maret 2026, platform ini menghadirkan materi pembelajaran berbasis video yang berfokus pada situasi kehidupan nyata, khususnya dalam konteks pekerjaan, interaksi sosial, dan pengembangan diri.

Berdasarkan data, jumlah penduduk asing di Jepang meningkat pesat, dari sekitar 1,08 juta pada tahun 1990 menjadi sekitar 3,95 juta pada tahun 2025. Maka, kebutuhan akan pembelajaran bahasa Jepang yang mudah diakses menjadi semakin penting. Sayangnya, tidak semua wilayah memiliki kelas atau tenaga pengajar yang memadai, sehingga sebagian orang kesulitan untuk belajar bahasa Jepang.

Tsunahiro
Data pertumbuhan warga asing di Jepang; sumber: Immigration Services Agency Press Release, “Number of Foreign Residents in Japan as the End of June 2025” (October 2025)

Tsunahiro hadir untuk menjembatani kebutuhan ini. Platform ini menawarkan cara belajar yang sederhana dan fleksibel, memungkinkan pengguna untuk belajar kapan saja tanpa harus mengikuti kelas formal. Sungguh sangat membantu terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan akses terbatas terhadap pendidikan bahasa.

Selain itu, pembelajarannya pun praktis. Video-video pendek berdurasi 30 detik hingga 5 menit memperlihatkan bagaimana bahasa Jepang digunakan dalam situasi sehari-hari, seperti berbelanja, menggunakan transportasi umum, atau mengurus administrasi di kantor pemerintahan. Materi juga disusun berdasarkan tingkat kemampuan, sehingga pengguna dapat belajar sesuai level masing-masing.

Tsunahiro
Salah satu contoh video tentang kehidupan bersama hewan peliharaan di Jepang

Update terbaru menambahkan konten untuk level menengah. Topiknya ada banyak, seperti interaksi atau percakapan dengan orang lain, bagaimana menjadi bagian dari masyarakat, serta cara menikmati aktivitas pribadi. Sehingga, kita bisa belajar sendiri sesuai kebutuhan masing-masing.

Tsunahiro juga dirancang agar mudah diakses. Kita tidak memerlukan registrasi, bahkan dapat digunakan melalui ponsel maupun komputer. Platform ini juga mendukung 20 bahasa pengantar termasuk Bahasa Indonesia. Hal ini menjadikan Tsunahiro salah satu platform belajar bahasa Jepang yang fleksibel saat ini.

Tsunahiro
Tsunahiro memiliki 20 bahasa pengantar yang bisa kita pilih

Lebih dari sekadar platform belajar, Tsunahiro membantu pengguna membangun rasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami bahasa, warga asing dapat berkomunikasi lebih mudah, menjalani aktivitas harian dengan lebih lancar, dan merasa lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya.

Tsunahiro
Lewat berbagai macam video, kita bisa belajar kosakata dan kalimat untuk percakapan sehari-hari
Tsunahiro
Fitur video berupa contoh percakapan yang diperlukan dalam berkomunitas dengan warga setempat, lengkap dengan transkrip percakapan sehingga mudah dipelajari

Hingga tahun fiskal 2024, Tsunahiro sudah mencatat lebih dari 3 juta pengakses, dan digunakan oleh orang-orang dari berbagai negara baik untuk belajar sendiri (self-study) atau sebagai bahan ajar bagi instruktur kelas bahasa Jepang.  Kamu pun dapat mengakses Tsunahiro melalui link ini: https://tsunagarujp.mext.go.jp dan jangan lupa memilih bahasa pengantar yang kamu inginkan.