Share on

Buat yang hobi menonton film, anime, atau dorama Jepang, pasti sering memperhatikan kan kalau orang Jepang jarang bersalaman kan saat bertemu dengan orang lain dan lebih sering membungkukkan badan? Nah, kira-kira kenapa ya orang Jepang lebih memilih membungkukkan badan dibanding bersalaman? Apakah ada arti khusus di balik etika membungkukkan badan (ojigi) ini? Simak penjelasannya!

Advertise With Us

Nah, mari kita mulai dengan mengapa orang Jepang membungkukkan badan!

Kenapa Orang Jepang Membungkukkan Badan?

Etika membungkuk di Jepang japanesestation.com
Membungkuk di Jepang (tofugu.com)

Konon, praktik membungkuk di Jepang atau ojigi ini dimulai pada era Asuka dan Nara karena perngaruh agama Buddha Cina. Nah menurut ajaran ini, membungkukkan badan merefleksikan statusmu. Jika kamu bertemu dengan seseorang dengan status lebih tinggi, kamu harus membungkuk untuk menunjukkan kalau kamu tidak bermaksud jahat pada lawan bicara.

Nah, di masyarakat modern Jepang, membungkuk memiliki fungsi yang berbeda-beda. Misalnya:

  • Menunjukkan rasa hormat
  • Menunjukkan rasa terima kasih
  • Mengucapkan selamat tinggal
  • Menawarkan permintaan maaf
  • Memberi selamat pada orang lain
  • Mengekspresikan rasa simpati
  • Meminta tolong
  • Menunjukkan apresiasi
  • Memulai upacara formal
  • Memulai sesi latihan
  • Ketika memasuki atau meninggalkan dojo

Ternyata berbeda-beda ya? Nah, karena tujuan dan ekspresi yang disampaikan berbeda-beda, cara membungkuk juga berbeda-beda! Seperti apa saja ya? Yuk, kita simak!  

Eshaku: Membungkuk 15° Tanda Salam

Ketika kamu bertemu dengan orang yang berstatus sosial setara, seperti rekan kerja atau teman dari teman, kamu akan melakukan eshaku (会釈). Eshaku bisa dilakukan dengan 2 cara, berdiri atau duduk. Nah begini caranya:

Berdiri

Berdirilah dalam posisi seiritsu (berdiri tegak dengan tangan ditaruh di atas paha) lalu membungkuk sekitar 15° ke depan. Di saat bersamaan, turunkan tanganmu sekitar 3 hingga 4 cm di depan kakimu.  Pastikan pandangan matamu searah dengan tubuhmu dan kembali ke posisi seiritsu. s

Duduk

Duduklah dalam posisi seiza (duduk tradisional ala Jepang) dan bungkukkan tubuhmu sekitar 15° ke depan. Di saat yang sama, taruh tanganmu meuju ke luar lutut. Setelah itu, sentuhlah pelan tanah dengan bagian atas jarimu dan pastikan searah dengan tubuhmu ya. Jangan lupa untuk tetap menjaga pandanganmu melihat kea rah bawah secara natural dan kembali ke posisi seiza.

Senrei: Membungkuk “Sopan” 30°

Saat kamu duduk di situasi semi-formal dan ingin memperlihatkan rasa hormat, kamu harus melakukan senrei (浅礼), tipe membungkuk sembari duduk paling umum di Jepang.

Cara melakukannya, duduklah dalam posisi seiza, lalu bungkukkan tubuhmu sekitar 30° ke depan dalam hitungan satu detik. Di saat dan kecepatan yang sama, taruh tanganmu menuju lututmu. Untuk laki-laki, taruh seluruh tanganmu di atas lantai dengan jarak sekitar 3 cm, sementara untuk perempuan, taruh ujung tanganmu di lantai tepat di depan lututmu dengan 2 ibu jari bersentuhan. Arahkan pandanganmu ke lantai di depanmu selama satu detik dan kembali ke posisi seiza setelahnya.

Futsurei/ Keirei:  Membungkuk 30 hingga 45° Tanda Penghormatan

Ketika kamu berinteraksi dengan seseorang dengan posisi yang lebih tinggi seperti bos atau mertuamu, gunakan futsuurei (普通礼) atau keirei 敬礼. Metode membungkuk ini adalah metode menunjukkan rasa hormat paling umum dan kerap digunakan dalam berbagai situasi.  

Jika dilakukan secara seiritsu, bungkukkan badanmu  45° ke depan dalam satu tarikan nafas. Di saat dan kecepatan yang sama, turunkan tanganmu dan taruh di depan kakimu, beri jarak 7 hingga 10 cm dari lututmu, dan kembali lagi ke posisi seiritsu.

Untuk posisi duduk, duduklah dengan posisi seiza dan membungkuk hingga kepalamu berjarak sekitar 30 cm dari lantai. Di saat yang sama, taruh tanganmu di lantai, membuat bentuk segitiga dengan jempol dan telunjuk. Tahan lengan atasmu dan dekatkan le tubuhmu dan biarkan sikutmu sedikit “mengapung” di atas lantai. Tahan posisi ini selama 3 detik dan kembali ke posisi seiza.

Saikeirei: Membungkuk 45 hingga 70° Tanda Penyesalan dan Penghormatan

Turis mungkin tidak akan pernah melakukan saikeirei (最敬礼) karena memperluhatkan penyesalan atau penghormatan. Biasanya saikeirei digunakan untuk meminta maaf secara dramatis.

Cara melakukannya, berdirilah dengan posisi seiritsu dan membungkuk sekitar 45 hingga 70° sembari menurunkan tanganmu ke depan kaki hingga tanganmu menyentuh lutut dan tahan posisi ini hingga 3 detik dan kembalilah ke posisi seiritsu.

Jika dilakukan dalam posisi duduk, bungkukkan badanmu hingga wajahmu berjarak 5 cm dari lantai dengan posisi tangan maju hingga menyentuh lantai sekitar 7 cm di depanmu. Tahan badanmu dengan posisi dada sedikit menyentuh pahamu dan keningmu  menyentuh lutut. Tahan posisi ini selama 3 detik dan kembali ke posisi seiza dan gerakkan tangan kirimu lebih cepat dari tangan kanan. Lihatlah ke jarak antara kamu dan lawan bicaramu.

Wah, ternyata ribet juga ya etika membungkuk di Jepang ini? Tapi, biar tidak salah sasaran, lebih baik teetap dipelajari ya!

Sumber:

Trip Savvy

Tofugu