Berita Jepang | Japanesestation.com

Jepang memang dikenal sebagai rajanya animasi. Hingga sekarang, sudah jutaan seri anime dan film animasi dengan visual dan animasi cantik yang dirilis dari negeri sakura ini, membuat penontonnya berdecak kagum. Tapi, pernahkah kamu kepo tentang bagaimana sih bentuk animasi pertama di Jepang sebelum seperti sekarang?

Ternyata, film animasi pertama di Jepang punya julukan lho, Katsudō Shashin!

Katsudō Shashin (活動写真, "gambar bergerak"), atau fragmen Matsumoto adalah filmstrip animasi Jepang yang disebut-sebut telah dibuat sebelum tahun 1912, membuatnya menjadi film animasi tertua di Jepang. Film yang pertama kali ditemukan di koleksi-koleksi film dan proyektor di Kyoto pada 2005 ini masih belum diketahui pembuatnya hingga sekarang lho, sangat misterius.  

Nah, animasi pertama Jepang ini terdiri dari seri gambar-gambar kartun yang dibuat di atas 50 frame strip dan berdurasi selama 3 detik. Videonya memperlihatkan seorang anak laki-laki dalam seragam pelaut yang menulis kanji "活動写真" (katsudō shashin, "gambar bergerak ") dari kanan ke kiri, lalu memperlihatkannya pada penonton, membuka topinya, dan membungkuk. Judul asli video ini juga tidak diketahui lho, dan Katsudō Shashin hanya judul yang diambil dari kata dalam animasi.  

Film animasi ini sedikit berbeda dengan animasi tradisional lain, frame-nya tidak diproduksi dengan memotret gambarnya, namun memasukannya ke dalam film menggunakan sebuah  stencil. Gambarnya berwarna merah dan hitam yang terletak di atas sebuah strip film 22 mm yang di ujungnya dipercepat dan terus diputar menjadi sebuah loop.

Benarkah Katsudō Shashin  Masuk dalam Kategori Film Animasi?

film animasi pertama di Jepang japanesestation.com

Katsudō Shashin, film animasi pertama di Jepang (YouTube: Sumeiras1)

Sebenarnya, masih diperdebatkan apakah film ini bisa disebut film animasi bukan. Alasannya, bisa dilihat dari sejarahnya berikut.

Pada Desember 2004, seorang dealer di Kyoto menghubungi Natsuki Matsumoto, seorang ahli iconography di Osaka University of Arts. Dealer ini menghubungi Matsumoto karena menemukan koleksi film dan proyektor dari sebuah keluarga di Kyoto. Koleksi tersebut memiliki 3 proyektor, 11 film 35 mm, dan 13 slide glass magic lantern.

Saat Matsumoto menemukan Katsudō Shashin dalam koleksi tersebut, kondisinya sangat buruk. Bersamanya, ditemukan 3 filmstrip animasi barat, diperkirakan film ini merupakan imitasi dari animasi barat tersebut. Matsumoto dan sejarawan animasi Nobuyuki Tsugata pun memutuskan kalau film tersebut telah dibuat sejak akhir zaman Meiji berdasarkan tanggal pada proyektor di koleksi tersebut. Beberapa sejarawan mengatakan kalau ketika itu, bioskop masih sangat jarang di Jepang, karena itu  Katsudō Shashin diproduksi besar-besaran untuk dijual pada orang-orang kaya Jepang yang memiliki proyektor di rumahnya.

Penemuan tersebut membuat media massa berlomba-lomba untuk membuat tulisan terkait hal tersebut. Film ini juga kerap dikategorikan dalam animasi kontemporer jika dilihat dari waktu pembuatannya. Surat kabar Asahi Shimbun misalnya, mereka mengakui bahwa penemuan animasi zaman Meiji itu penting, namun menyatakan keberatan mereka dalam memasukkan film ini dalam silsilah animasi Jepang, dengan menulis artikel, kontoversial yang berisi apakah [Katsudō Shashin] bisa disebut sebagai animasi kontemporer.

Nah, itulah animasi yang konon merupakan animasi pertama Jepang. Memang sih, ada yang tidak setuju kalau gambar bergerak tersebut bisa dikategorikan sebagai animasi, tapi untuk ukuran zaman Meiji, sudah cukup bagus bukan? Bagaimana menurutmu?

Sumber:

Anime News Network

Asahi Shimbun