SHARE THIS ARTICLE
ckarhdwn.tistory.com
ckarhdwn.tistory.com

Anime, sebuah kartun asal negeri sakura, Jepang, masih menjadi idola bagi banyak remaja. Tidak sedikit dari mereka mengikuti gaya tokoh kartun favorit, mulai dari gaya berpakaian atau yang lazim disebut costume play (cosplay), termasuk menggunakan lensa kontak agar matanya memiliki efek mata lebar atau “mata anime”.

Di 2015, lensa kontak tersebut bahkan jadi tren di beberapa negara. Namun, dokter memperingatkan bahwa memakai lensa kontak ini berbahaya bagi kesehatan.

Melansir Genius Beauty, lensa kontak anime tersebut menutup bagian dari sklera mata, menciptakan efek pupil tampak lebih besar. Tujuannya, memberikan ilusi mata lebar yang umum ditemukan dalam karakter anime Jepang.

Tentu saja, lensa kontak ini sangat populer di Jepang. Dari sana, tren mulai menjamur ke Singapura, Korea Selatan, Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kini, lensa kontak ini juga sampai ke Amerika Serikat dan Eropa.

Banyak ahli memprediksi pada 2015 ini, lensa kontak tersebut akan mendapatkan popularitas sangat tinggi di banyak negara di seluruh dunia. Padahal penggunaannya tidak mendapatkan lisensi oleh Food and Drug Administration (FDA) atau pihak berwenang lainnya yang serupa di berbagai negara.

Perwakilan FDA, Karen Riley mengatakan kepada New York Times bahwa pengguna lensa kontak tersebut menghadapi risiko cedera mata yang signifikan dan bahkan kebutaan, bila mereka terus membeli produk tanpa resep atau tanpa konsultasi dengan para ahli.

Tapi tampaknya, banyak orang yang bersedia mengambil risiko tersebut demi mendapatkan penampilan yang berbeda. Itulah sebabnya lensa kontak yang kebanyakan dijual di Internet ini, memiliki tingkat permintaan yang tinggi.

Source : life.viva
COMMENT