SHARE THIS ARTICLE

url

Untuk kalian para wanita di luar sana, apakah kalian pernah dikhianati oleh sahabat kalian sendiri? Mungkin kalian pernah ditipu, dimanfaatkan ataupun bahkan sahabat kalian menyebarkan rumor jelek di belakang kalian. Apa pun situasinya, hal itu pastilah menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan.

Sebuah survei di situs populer Jepang yaitu Mynavi membuat pertanyaan untuk para pembaca wanitanya dan pertanyaannya menanyakan apakah mereka pernah dikhianati oleh sahabat wanitanya. Puluhan wanita tersebut menjelaskan tentang pengalamannya dikhianati oleh sahabatnya di masa lalu, dan mungkin saja pengalaman mereka pernah kalian alami juga.

Survei terbaru dilakukan secara online di awal bulan ini, dan sebanyak 202 wanita antara usia 22 sampai 34 tahun memberikan jawabannya. Apa saja jawaban mereka ? Yuk, kita lihat sama-sama.

url2

Pria:Tidak bisa hidup dengan mereka (wanita), tidak bisa hidup tanpa mereka (wanita)

Teman saya menyatakan bahwa dia tidak akan pernah menikah, tapi kemudian tiba-tiba dia mengkhianati saya dan akhirnya menikah.” (32 tahun)

Kami telah membuat rencana untuk berpergian bersama-sama, tapi tiba-tiba dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan melakukan perjalanan dengan seorang pria sebagai gantinya. Aku bahkan telah mengambil cuti dari pekerjaan, dan perasaanku sangat sakit melihat dia mengkhianatiku.(27 tahun)

Meskipun dia mengaku tidak tertarik pada laki-laki, di pesta minum kami pergi ke bersama-sama dan dia selalu menempatkan dirinya di samping seorang pria lalu berusaha menggoda mereka.” (27 tahun)

Mendapat image baik di kantor

Beberapa wanita bersedia melakukan apa saja untuk mempunyai kesan baik di mata atasannya. Dan inilah beberapa contohnya.

Partner saya meyakinkan saya bahwa dia tidak akan melakukan apa pun untuk Hari Valentine. Namun, ketika hari itu datang, dia tiba-tiba membuatkan cokelat untuk atasannya yang tidak lain adalah seorang pria. (30 tahun)

Suatu kali teman kantorku yang merasa frustasi dengan kehidupan dan atasan di kantor selalu menyempatkan waktu untuk dapat melepas penat di suatu tempat makan, dan kita di sana selalu menjelek-jelekan atasan kita tapi siapa sangka dalam obrolan itu terdapat seseorang yang membocorkan semua obrolan kita kepada atasan kita demi mendapat image baik di depannya. Dan setelah kejadian itu kami sangat sulit untuk percaya satu sama lain.(27 tahun)

Hal-hal tidak berjalan seperti yang direncanakan sebelumnyaDia selalu berbicara tentang saya di belakang punggung saya, tetapi ketika saya dihadapkan padanya dia tidak bisa mengatakan apa-apa.” (32 tahun)

Seorang teman mengundang saya untuk ikut acara gokon (group dates), dan dengan liciknya dia juga mengundang pacar saya. Tentu saja image saya di depan sang pacar pun akan buruk dengan status saya masih mempunyai seorang pacar. Setelah saya selidiki ternyata dia mempunyai perasaaan pada pacar saya.(28 tahun)

Teman manipulatif saya mencuri pacar saya
Dia mengalami kesulitan di pekerjaan sebelumnya, jadi saya memperkenalkannya kepada perusahaan saya. Tapi kemudian dia mulai mendekati pacar saya yang bekerja dalam perusahaan tersebut dan dia pun berusaha merebut pacar saya.(30 tahun)Ketika saya terjerat dalam cinta segitiga, teman saya menyatakan bahwa ia akan mundur. Tapi kemudian dia datang kembali dengan strategi licik yang baru.(26 tahun)
Hal ini membuat darah saya mendidih hanya dengan memikir hal itu!Apa yang dia lakukan begitu buruk bagi saya bahkan tidak ingin mengingatnya lagi!(30 tahun)

Saya bisa memikirkan begitu banyak kasus seputar pria dan pekerjaan. Intinya adalah bahwa kalian tidak harus mudah percaya pada perempuan lain. Kalian tidak pernah tahu kapan kecemburuan mereka akan muncul dan tiba-tiba membuat hidup kalian menjadi mengerikan.(29 tahun)

Jadi sepertinya kalian harus dapat memilih mana yang pantas untuk dijadikan sahabat dan mana yang hanya untuk dijadikan sebatas teman, karena mungkin pengalaman di atas dapat menjadikan kalian untuk lebih berhati-hati dalam memilih seorang sahabat.

Source : japantoday.com
COMMENT