SHARE THIS ARTICLE

Baru berusia 17 tahun, tiga remaja di Jepang ini sudah terjerat kasus pidana karena menipu banyak orang. Remaja-remaja ini berhasil meraup 406 juta Yen atau setara Rp 45,4 miliar dari aksi liciknya.

c2b917f93fc57f04a094d1373a4fa25922a294a0
Foto ini diambil pada 7 Februari 2014 yang menunjukkan seorang wanita tua bermain game di Kaikaya Ltd, sebuah panti jompo untuk orang tua, di Yokohama, pinggiran kota Tokyo.

Tiga remaja laki-laki ini tengah diinterogasi secara intens oleh kepolisian Jepang. Mereka diduga kuat bertanggung jawab atas serangkaian kasus penipuan, yang sebagian besar menimpa warga lanjut usia di negara tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (10/4/2014).

Kejahatan remaja ini melibatkan aksi menghubungi para korban via telepon dan berpura-pura mengabarkan bahwa anggota keluarga korban tengah dilanda masalah atau terlibat utang. Para pelaku akan mengklaim sebagai pihak yang mewakili keluarga korban.

Korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang untuk membantu menyelesaikan masalah yang menimpa anggota keluarga mereka tersebut. Atau dengan kata lain, demi menyelamatkan anggota keluarga korban dari bui atau kejaran mafia.

Meskipun kepolisian sudah meningkatkan kampanye dan seruan terhadap warga atas aksi penipuan semacam ini, tetap saja ada warga yang tertipu dan menjadi korban. Namun sejumlah pengamat menilai, para korban penipuan seringkali mereka yang sudah lama tidak pernah bertemu dengan anggota keluarga selama bertahun-tahun.

Kepolisian Metropolitan Tokyo menangkap ketiga remaja ini setelah pasangan suami-istri yang menjadi korban melapor. Seorang pria berusia 64 tahun dan istrinya yang berusia 63 tahun tertipu dan telah mentransfer uang sebesar 1 juta Yen untuk membantu ‘putra mereka’ yang kena masalah karena menghamili seorang wanita.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 550 kartu bank, dari Tokyo dan sekiatrnya, yang digunakan pelaku untuk mengambil uang yang ditransfer korban.

Source : news.detik.com
COMMENT