SHARE THIS ARTICLE

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (3)Sentuhan seni pada desain arsitektur sebuah rumah bisa ditampilkan dari segi manapun. Salah satunya pada bentuk atap yang unik dan cukup menarik perhatian. Hal ini seperti yang terlihat pada desain sebuah rumah yang dijuluki Origami House ini. Rumah ini didesain oleh Studio desain asal Jepang TSC Architects.

Sekilas tentang Origami House

Rumah ini berlokasi di Prefektur Mie Jepang dan berada di kawasan pedesaan yang lokasinya sudah dihuni secara turun temurun dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan dikelilingi pegunungan, tak ayal bangunan ini menawarkan suatu pemandangan sekeliling yang indah, dengan kualitas udara yang masih cukup baik dibandingkan dengan kota besar di Jepang.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (4) Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (5)Meski berada di area pedesaan, namun bukan berarti kita tidak bisa bereksperimen dengan desain arsitekturnya. Karena penghuni rumah ini merupakan klien yang berusia masih tergolong muda, mereka menginginkan agar rumahnya tetap memiliki citarasa modern tanpa meninggalkan memori masa lalu yang banyak terkandung di area ini.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (6) Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (7)Atap yang unik menyerupai bentuk origami

Bentuk atapnya yang berlipat-lipat merupakan representasi dari seni melipat kertas asli Jepang atau yang dinamakan seni origami. Bangunan ini terdiri dari dua lantai dan dirancang arsitek utama TSC Architects, yakni Yoshiaki Tanaka. Bentuk desain rumah yang nyentrik dan sedikit ‘nyeleneh’ ini memang didesain untuk pasangan muda, sehingga diharapkan sentuhan seni ini mampu memberikan efek dinamis dan kreatif.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (1)Struktur bangunan Origami House

Rumah ini dibingkai oleh atap sudut, yang dilipat di lima titik untuk menciptakan serangkaian sisi segitiga. Atap dibuat hingga sisi-sisinya mencapai tanah, sehingga menciptakan bentuk yang menyelubungi interior.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (2)Atap diagonal ini membuat bangunan rumah menjadi lebih kuat secara strukturnya. Karena, atap langsung menapaki tanah yang secara teknis sangat efektif untuk menahan rumah dari terpaan angin kencang dan guncangan gempa. Kita tentu tahu bahwa Jepang merupakan negara yang relatif sering dilanda gempa. Untuk itu, membangun kontruksi rumah yang tahan gempa dirasa sangat penting.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (4)Sang desainer, Tanaka, mengungkapkan bahwa keberadaan atap origami yang diekstensifikasi hingga menyentuh tanah membuat bangunan rumah ini persis menyerupai tenda, menciptakan area yang cukup lapang dan aman untuk melindungi yang ada dalam rumah tersebut. Dengan demikian, para penghuni yang tinggal di rumah ini akan merasakan sensasi layaknya sedang “camping” di area pedesaan. Selain itu, atap yang dibuat hingga menyentuh bumi ini menciptakan kesan bahwa rumah dan tanah tempat berdirinya bangunan ini serasa menyatu dan memberi kesan “membumi”.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (17)Atap yang dibuat miring dengan kemiringan yang cukup tajam ini memberikan akses bagi penghuni rumah untuk melihat pemandangan pegunungan yang berada di belakang rumah. Dengan demikian, pandangan mereka tidak terhalangi oleh atap.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (18)Fungsi lain dari atap origami ini adalah untuk mengontrol jumlah sinar matahari, sehingga tidak masuk ke dalam rumah secara berlebihan. Karena berlokasi di area pegunungan, otomatis ancaman angin kencang bisa merubuhkan rumah ini sewaktu-waktu. Dengan adanya bentuk atap segitiga dan menyerupai tenda ini, maka angin bisa dihalau sehingga tidak sampai menerjang bangunan.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (8) Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (9)Di bawah atap, terdapat empat elevasi segitiga mengkombinasikan glazing dan material kayu pada permukaanya. Segitiga terbesar berfungsi sebagai jalan masuk ke dalam rumah. Di sini juga terdapat dek beranda yang mampu berfungsi sebagai ruang outdoor, namun tetap terlindungi karena dipayungi atap rumah.

Bagian interior Origami House

Interior rumah yang berada di tengah-tengah segitiga menawarkan sebuah ruang tamu, dapur dan ruang makan di satu sisi. Fasad yang terbuat dari bahan kaca memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam interior bangunan. Di area ini kita juga bisa menemukan sedangkan tungku pembakaran kayu yang berfungsi sebagai penghangat ruangan di kala musim dingin.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (10) Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (11) Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (12)Kamar tidur, kamar mandi dan ruang khusus bergaya tradisional Jepang diposisikan di pinggir-pinggir bangunan. Sebagai akses antar lantai, dibuat sebuah tangga kayu yang langsung mengarah ke area penyimpanan dan kamar ekstra.

Konsep bangunan yang menyatu dengan alam dan lingkungan

Batas area bangunan ini ditandai dengan dinding batu kuno, yang dibangun oleh kakek sang klien. Sang arsitek berujar bahwa rumah ini mampu memberikan, sentuhan, nuansa, dan pemandangan baru tanpa melupakan memori yang terkandung di area ini yang telah tercipta dari satu generasi ke generasi yang lain.

Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (13) Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (14) Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (15)Origami House, Sebuah Desain Rumah Beratap Lipat Menyerupai Origami (16)Bangunan ini didesain dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan lingkungan di sekitarnya. Jepang merupakan negara yang memiliki 4 musim, yakni musim dingin, musim panas, musim semi, dan musim gugur. Oleh karena itu, rumah-rumah di Jepang harus beradaptasi dengan perubahan empat musim tersebut. Keberadaan tungku untuk pembakaran kayu dalam ruangan memungkinkan agar ruangan tetap hangat di musim dingin. Sementara itu, atap diagonal tak hanya berfungsi untuk menghalau sinar matahari, tapi juga sekaligus menghindarkan dinding dari hujan.

(image source by: www.dezeen.com)

Source : architectaria.com
COMMENT