Berita Jepang | Japanesestation.com

Tidak dapat dipungkiri, akibat pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020 kemarin membuat sektor pariwisata di banyak negara mengalami penurunan yang sangat signifikan. Tutupnya beberapa bisnis di pusat kota Tokyo, Jepang dan beberapa wilayah lainnya jadi bukti betapa berpengaruhnya pandemi.

Museum Ghibli yang terkenal di kalangan para penggemar anime di seluruh dunia juga tidak terlepas dari hal tersebut. Tanpa turis mancanegara, jumlah pengunjung tempat ini menurun drastis, lebih buruk lagi, museum pun sempat ditutup selama lima bulan pada tahun 2020 dan hanya dibuka kembali pada bulan September 2020 dengan aturan yang ketat dan dengan pembatasan jumlah pengunjung. 

Dilansir dari Timeout, untuk membantu menjaga museum ini tetap bertahan, kota Mitaka memulai kampanye donasi sejak bulan Juli lalu  untuk orang-orang di Jepang, dan kini telah membuka kampanye untuk penggemar Ghibli di luar negeri. Pihak museum meminta sumbangan sebesar 5,000 yen atau lebih, atau kira-kira senial USD$44.

Bagi penduduk Jepang yang menyumbang mungkin memenuhi syarat untuk mengklaim pengurangan pajak berdasarkan sistem pajak furusato Jepang. Sementara untuk penggemar dari luar Jepang, nantinya, sebagai imbalan atas kontribusi tersebut, museum mengirimkan kartu ucapan terima kasih dengan ilustrasi oleh Hayao Miyazaki milik Ghibli. Dalam tweet museum di atas, kartu pos menampilkan ilustrasi salah satu robot dari Laputa: Castle in the Sky. 

Sejak tanggal 6 Desember, kampanye ini telah mengumpulkan lebih dari 35.000.000 (USD$300.000) dalam bentuk donasi. Saat ini, museum hanya dapat menerima sumbangan internasional dari AS, Kanada, Australia, dan Singapura, karena ada beberapa aturan hukum jika menerima sumbangan dari negara-negara Eropa dan negara lain. Untuk menyumbang, kalian dapat mengakses instruksi dalam bahasa Inggris di situs resmi program ini.

Semoga saja, dengan donasi yang cukup, museum masih akan tetap beroperasi pada saat Jepang dibuka kembali untuk dunia.