Berita Jepang | Japanesestation.com

Angka kelahiran di Jepang telah mencapai titik terendah dalam sejarah, dengan hanya 721.000 bayi yang lahir pada tahun 2024.

Data Kementerian Kesehatan Jepang menunjukan penurunan 5% di 47 prefektur dari tahun sebelumnya dan merupakan penurunan kelahiran terparah selama sembilan tahun berturut-turut

Angka tersebut sudah termasuk orang asing yang menjadi warga negara Jepang, yang lebih banyak menunda pernikahan karena adanya peningkatan kecemasan dalam membesarkan anak dan biaya hidup yang lebih tinggi.

Menurut datta awal yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, jumlah kematian pada tahun 2024 meningkat 28.181 mencapai rekor tertinggi di angka 1.618.684. Sementara net loss atau kehilangan penduduk bersih, yakni penuruan populasi, dikurangi dengan jumlah kelahiran, ada di angka 897.696.

Adapun jumlah pernikahan di Jepang yang mencapai 499.999 pada tahun 2024, meningkat 10.718 dari tahun sebelumnya. ketika jumlah tersebut turun di bawah 500.000 untuk pertama kalinya dalam sembilan puluh tahun.

Sementara itu, jumlah bayi yang lahir dari warga negara Jepang pada tahun 2024, yang diperkirakan akan dirilis oleh kementerian sekitar bulan Juni, diperkirakan mengalami penurunan di bawah 700.000 untuk pertama kalinya seiring dengan anjloknya angka kelahiran yang terus berlanjut.