SHARE THIS ARTICLE

1Kacang kedelai sudah lama menjadi bagian dari kuliner Jepang. Kedelai dinikmati dalam berbagai bentuk; sebagai kacang edamame, tahu atau kembang tahu, tempe, dan sebagainya. Kacang kedelai juga mengambil bagian dalam har religius, seperti yang terlihat di festival Setsubun di mana kacang kedelai yang sudah dipanggang dilempar untuk mengusir roh jahat.

Ada banyak bentuk kedelai yang cukup terkenal di Jepang: natto, kedelai yang sudah difermentasikan sehingga berbentuk sangat lengket. Bentuknya yang aneh dan baunya yang cukup menusuk dapat membuat orang yang belum pernah menyentuhnya menjadi jijik. Tidak semua orang di Jepang menyukai natto, di mana orang-orang dari sebelah barat dan selatan negara tersebut kurang menyukainya, tapi masyarakat penghuni bagian timur dan utara cukup menyukai kacang yang lengket dan berasa hampir seperti keju ini.

3Belum banyak yang tahu kapan natto ditemukan. Metode pembuatan natto sendiri; membungkus kacang kedelai yang sudah dimasak dalam bungkusan yang terbuat dari batang padi sudah ada sejak lama. Natto dikonsumsi tercatat sejak pertengahan abad ke-11, tapi sangat mungkin natto sudah dikonsumsi jauh lebih lama.

Rasa natto mungkin akan sangat aneh bagi yang belum pernah mencobanya, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Natto sendiri sangat bergizi dan mengandung banyak protein, serat, probiotik, vitamin K, dan senyawa pyrroloquinoline quinone yang membantu sel tubuh bermetabolisme.

2Natto dapat dimasak, dibuat kari, ditambahkan rempah, tumis, dan masih banyak resep lainnya yang menggunakan natto. Tetapi bagi pecinta natto maupun yang ingin mencobanya dengan cara yang ekstrim, natto dapat dimakan langsung, dibumbui sedikit garam ataupun kecap manis. Jangan lupa mengaduk natto agar tercipta jaring-jaring natto yang sering kita lihat itu!

Source : Japan Times
COMMENT