SHARE THIS ARTICLE

Dalam kamus bahasa Jepang, “cinta” bisa diterjemahkan dalam kata “ai”(愛 ). Frase “aisuru” (愛する) memiliki arti “untuk mencinta”, sedangkan “aishiteru”(愛してる) adalah bentuk baku yang tepat untuk mengatakan “saya cinta kamu”. Eits…! Tapi semua ungkapan tersebut tidak dapat sembarangan diucapkan lho. Karena pada kenyataannya, kamu malah bakalan terlihat aneh jika mengatakan kata-kata tersebut di tempat dan waktu yang salah. Kenapa?

“Aishiteru” memiliki makna yang sangat dalam, karenanya, berdasarkan kultur Jepang, kalimat tersebut hanya pas digunakan oleh pasangan yang telah menikah saja. Dan di Jepang, orang tidak biasa mengungkapkan rasa cinta mereka dalam bentuk kalimat seperti orang barat. Mereka, biasanya berharap pasangannya bisa mengerti bagaimana perasaan mereka tanpa melalui kata-kata. Hmm.. Pakai telepati mungkin?

Kalau kamu mengatakan “aishiteru” kepada pacarmu, mereka malah akan merasa rikuh. Contoh yang sering kita temui bisa ditemukan di dalam komik-komik Jepang (manga). Dalam berbagai adegan “nembak”, kalimat “aishiteru” sangat jarang kita temui. Kata-kata yang lebih umum dipakai antara lain:

“suki” (好き), atau “suka”
“daisuki” (大好き), atau “sangat suka”
“suki da yo” (好きだよ), diucapkan oleh pria
“suki yo” (好きよ) diucapkan oleh wanita
“suki desu” (好きです), “suka” dengan pengucapan yang lebih sopan
“suki yanen”(好きやねん) “suka” dalam dialek Kansai-ben
“daisuki desu”(大好きです)”sangat suka” dengan pengucapan yang lebih sopan

Ada juga kata lain untuk mengartikan “cinta”, yaitu “koi”(恋). Keduanya, baik karakter kanji “ai” ataupun “koi” memiliki karakter kanji “kokoro” (心) atau “hati”, seperti yang terlihat pada gambar di bawah:

kokoro_idbite
Dari kiri ke kanan, kanji “kokoro”, “ai” dan “koi”

Apa bedanya “koi” dan “ai”? “Koi” lebih mengarah kepada cinta terhadap lawan jenis, atau kerinduan kita kepada orang tertentu, menggambarkan “cinta yang romantis” atau “cinta yang membara”. Sedangkan, “ai” selain memiliki arti yang sama seperti “koi”, tetapi juga memiliki arti perasaan cinta pada umumnya. Intinya, “koi” adalah arti cinta yang lebih egois, selalu ingin memiliki, tapi “ai” adalah cinta yang sesungguhnya, selalu ingin memberi.

Contoh penggunaan “ai” dalam kata:

aidokusho 愛読書 = salah satu buku favorit
aijin 愛人 = kekasih
aijou 愛情 = kasih sayang
aikokushin 愛国心 = patriotisme
boseiai 母性愛 = kasih ibu

Contoh penggunaan “koi” dalam kata:

hatsukoi 初恋 = cinta pertama
hiren 悲恋 = sad love
koibito 恋人 = pacar
kareshi (彼氏) “pacar laki-laki”
kanojo (彼女) “pacar perempuan”
koibumi 恋文 = surat cinta
koigataki 恋敵 = rival cinta
koi ni ochiru 恋に落ちる = jatuh cinta kepada

Orang Jepang terkadang menggunakan bahasa Inggris “love” untuk menyebutkan “cinta”, walau dengan lafal yang sangat berbeda, yaitu “rabu”(ラブ)(karena tidak ada suara “L” ataupun “V” dalam bahasa Jepang). “Rabu retaa”(ラブレター) juga lebih sering dipakai sebagai bahasa gaul untuk menyebutkan “surat cinta”, bukan “koibumi” (lebih mengarah sebagai bahasa sastra).

“Renai”(恋愛)adalah kata yang dituliskan dengan menggunakan karakter kanji, baik “koi” maupun “ai”. Arti dari kata ini adalah “cinta yang romantis. “Renai-kekkon” (恋愛結婚)artinya adalah “pernikahan karena cinta” dan “miai-kekkon” (見合い結婚) memiliki arti yang sebaliknya, yaitu “pernikahan melaui perjodohan”. “Renai-shousetsu”(恋愛小説)memiliki arti “kisah cinta” or “novel percintaan”.

“Ai”(愛)biasa juga digunakan sebagai nama perempuan di Jepang. Contohnya adalah Putri Aiko yang merupakan anak perempuan Putra Mahkota Jepang Naruhito dan Putri Mahkota Masako, dituliskan dengan karakter kanji “cinta”(愛)dan “anak”(子). Sedangkan, walau memiliki arti yang sama, “koi” sangat jarang digunakan sebagai nama anak di Jepang.

Source : idbite
COMMENT