Share on

Jika sebelumnya seorang netizen Jepang mengungkap perbedaan pendapat mengenai bentuk tubuh wanita idaman para pria dan wanita di Jepang melalui akun Twitter-nya. Baru-baru ini, situs Rakuten Infoseek Woman mengungkap perbedaan pendapat mengenai selara pakaian dalam wanita menurut pria dan wanita dengan mengadakan jajak pendapat. Mereka meminta para pria dan wanita untuk menentukan pakaian dalam wanita favorit mereka, seperti warna dan model sepasang pakaian dalam.

Jajak pendapat tersebut telah diikuti oleh 93 peserta yang terdiri dari pria dan wanita berusia antara 20-50 tahun. Hasilnya adalah pria dan wanita memiliki perbedaan yang cukup mencolok, para pria lebih tertarik pada pakaian dalam seksi yang menerawang dan wanita justru tampak lebih tertarik pada kenyamanan. Berikut ini hasil lengkap jajak pendapat yang diadakan oleh situs tersebut.

Rakuten Ungkap Warna & Kriteria Pakaian Dalam Wanita Favorit Pria dan Wanita di Jepang
onehallyu.com

Warna favorit pakaian dalam wanita menurut Pria

  • Putih (36%)
  • Merah / Pink / Ungu (20%)
  • Hitam (16%)
  • Biru / Biru Muda (16%)
  • Hijau / Kuning-Hijau / Mint Hijau (6%)
  • Kuning / oranye (2%)
  • Lain-lain (4%)

Warna favorit pakaian dalam wanita menurut wanita Jepang

  • Merah / Pink / Ungu - 28%
  • Hitam - 25%
  • Putih - 23%
  • Biru / Biru Muda - 12%
  • Hijau / Kuning-Hijau / Hijau Mint - 6%
  • Kuning / Oranye - 2%
  • Lain-lain - 4%

Kriteria pakaian dalam wanita yang paling disukai oleh pria

  • Desain (warna / pola) - 35%
  • Seksi (tingkat exposure) - 22%
  • Kenyamanan (bahan) - 19%
  • Sesuai (ukuran dada) - 13%
  • Mewah dan mahal - 2%
  • Lain-lain - 9%

Kriteria pakaian dalam wanita yang paling disukai wanita?

  • Desain (warna / pola) - 36%
  • Kenyamana (bahan) - 27%
  • Sesuai (ukuran dada) - 21%
  • Seksi (tingkat eksposure) - 5%
  • Mewah dan mahal - 2%
  • Lain-lain - 9%

Sekitar 60% dari mereka tidak menentang menerima pakaian dalam sebagai hadiah walaupun mereka mengatakan bahwa sangat sulit untuk memberi hadiah barang semacam itu, karena malu saat membeli barangnya atau takut penerima menganggapnya sebagai pelecehan seksual.

(Featured image: listal.com)