Berita Jepang | Japanesestation.com

Di Jepang Anda akan dapat dengan mudah menemukan akomodasi, baik ala barat mupun Jepang. Jenis-jenis akomodasi sangat beragam dalam hal gaya maupun tarifnya. Anda dapat memilih tinggal di hotel ala barat yang sudah lazim, atau menikmati kenyamanan dan perhatian pribadi dari penginapan Jepang tradisional. Dengan memanfaatkan berbagai masukan dari JNTO dan meluangkan sedikit waktu untuk mencari beberapa pemondokan yang kurang dipublikasikan di Jepang, Anda pasti akan menemukan tempat untuk tinggal yang bersih dan nyaman yang sesuai dengan dompet Anda. Sebaiknya Anda memesan akomodasi Anda melalui agen perjalanan (travel agent) sebelum datang ke Jepang.

Hotel ala Barat

3b accommodations1

Semua kota-kota di Jepang memiliki banyak hotel ala barat, dengan rantai nama yang terkenal di semua kota besar. Di hotel-hotel ini, para staffnya akan berbicara bahasa Inggris. Terutama pada musim puncak wisata, sebaiknya Anda memesan kamar jauh-jauh hari sebelumnya.

Lebih dari 230 hotel yang menjadi anggota Japan Hotel Association (JHA) (http://www.j-hotel.or.jp/english/) telah secara konsisten memiliki standar-standar pelayanan dan fasilitas yang tinggi.

Sebagian besar hotel-hotel ini memiliki fasilitas tambahan yang sama dengan hotel-hotel ala barat lainnya di negara- negara lain, termasuk pemanas ruangan, TV, AC dan kolam renang dengan pelayanan tambahan yang memungkinkan, berupa penerjemah bahasa dan pusat perbelanjaan dan kesehatan.

Misalnya, di Tokyo, tarif kamar-kamar di hotel berkelas 1 berkisar dari yang rendah ¥15,000 hingga ¥30,000 untuk kamar dengan 1 tempat tidur dan kamar mandi, dan ¥25,000 hingga ¥68,000 untuk kamar dengan 2 tempat tidur dan kamar mandi.

Hotel-hotel Bisnis

3c accommodations2

Tambahan yang cukup baru ke dalam jaringan penginapan Jepang, yang akan diminati oleh wistawan yang mempertimbangkan keuangannya adalah hotel bisnis. Ditemukan di semua kota besar dan di banyak kota menengah, hotel bisnis adalah penginapan tanpa fasilitas mewah, yang targetnya kebanyakan adalah pengusaha-pengusaha Jepang yang sedang melakukan perjalanan. Hotel seperti ini umumnya bersih dan nyaman, dan biasanya lebih kecil dan memberikan fasilitas tambahan yang lebih sedikit daripada hotel-hotel kelas atas – misalnya, tidak ada room service.

Hotel-hotel bisnis kebanyakan ditemukan cukup dekat dengan stasiun kereta. Tarifnya berkisar ¥5,500 hingga ¥10,000 per orang; kamar yang tersedia biasanya hanya kamar dengan 1 tempat tidur. Kamar dengan 2 tempat tidur – meskipun tidak banyak – juga tersedia.

Ryokan

3d accommodations3

Jika ingin merasakan suasana Jepang yang sama dengan yang dirasakan oleh Daimyo yang paling berkelas di masa lalu, maka semalam di “ryokan,” atau penginapan Jepang adalah sebuah keharusan. Kamar di ryokan biasanya berupa kamar besar yang tidak bersekat, lantainya dilapisi semacam tikar tradisional dari jerami yang disebut “tatami,” dengan satu-satunya perabotan yang tersedia berupa meja pendek. Pintunya sejenis pintu geser yang disebut “shoji.” Tamu-tamu tidur di atas perangkat tidur yang disebut “futon,” yang ditata oleh pelayan ryokan pada malam harinya.

3e accommodations4

Kebanyakan ryokan memiliki pemandian umum, yang biasanya dipisahkan menurut jenis kelamin. Banyak resor sumber air panas, yang dikenal dengan “onsen,” yang sebenarnya adalah ryokan yang dibangun di lokasi sumber air panas. Tarif kamar biasanya sudah termasuk 2 kali makan, yaitu makan malam yang mewah, dari bahan-bahan lezat yang ditemukan di daerah setempat, dan makan pagi yang sederhana. Makanan ryokan umumnya disajikan oleh pelayan di kamar tamu. Setelah makan malam selesai, pelayan Anda akan kembali dan membersihkan meja, dan kemudian menata futon Anda. Pakaian santai yang biasa dikenakan di ryokan berupa jubah katun bercorak biru dan putih yang disebut “yukata” juga tersedia.

Dalam mengikuti semua hal yang dianggap elegan dan sopan di kehidupan berkelas di Jepang, saat menginap di ryokan diperlukan beberapa peraturan berikut ini yang berbeda dari hotel-hotel ala barat. Yang pasti, tamu harus melepas sepatu di ambang pintu penginapan dan mengenakan sandal saat di koridornya. Sandal-sandal ini nantinya akan ditinggalkan di luar kamar tamu: hanya kaki telanjang atau berkaus-kaki yang diperbolehkan menginjak tatami.

Ketika mandi di pemandian umum Jepang, selalu bersihkan tubuh secara menyeluruh di keran yang tersedia sebelum masuk ke dalam bak mandi, pastikan untuk membilas semua busa sabun terlebih dahulu. Bak mandi Jepang digunakan untuk berendam, bukan untuk membersihkan tubuh, dan merupakan tempat yang ideal untuk obrolan hangat dan santai antar sahabat, anggota keluarga atau bahkan orang yang sama sekali tidak dikenal. Orang Jepang sering menyelingi menggosok tubuh dengan berendam, untuk merasakan kenikmatan dan manfaat mandi air panas selama mungkin.

Terdapat sekitar 55,000 ryokan di Jepang, dan 1,300 di antaranya adalah yang berkualitas dan termasuk dalam Japan Ryokan Association (http://www.ryokan.or.jp/english/)(Bahasa Inggris).

Meskipun tarif ryokan sangat bervariasi, dengan sedikit ryokan yang sangat eksklusif dengan tarif tinggi, tarif ryokan biasanya berkisar antara ¥12,000 hingga ¥20,000 per orang, termasuk 2x makan dan tidak termasuk pajak dan tarif pelayanan.

Untuk wisatawan dengan anggaran terbatas, terdapat lebih dari 80 penginapan yang termasuk dalam Japanese Inn Group (http://www.jpinn.com/)(Bahasa Inggris) yang khusus melayani pengunjung dari luar Jepang. Penginapan-penginapan ini juga cukup ekonomis.

Minshuku

3f accommodations5

Cara yang tidak biasa lainnya untuk menghemat biaya saat berwisata di Jepang, dan juga berkesempatan memahami kehidupan sehari-hari penduduk di tempat yang Anda lewati, adalah dengan menginap di “minshuku.” Pemondokan Jepang yang setara dengan losmen, minshuku merupakan usaha yang dikelola keluarga, dengan kamar yang disewakan merupakan bagian dari rumah pemiliknya. Minshuku sering ditemukan di resor dan tempat liburan pilihan dan memasang tarif yang cukup murah.

Sesuai dengan status mereka yaitu “industri rumahan,” minshuku memberikan fasilitas tambahan yang jauh lebih sedikit daripada tempat-tempat yang benar-benar profesional. Tarif minshuku biasanya berkisar antara ¥6,500 – ¥8,500 termasuk 2x makan yang biasanya disajikan seperti makanan rumahan.

Akomodasi Lain

Penginapan Ziarah (Menginap di kuil)

3g accommodations6

Tempat-tempat yang lebih terpencil adalah kuil-kuil Buddha, yang beberapa di antaranya menerima tamu-tamu untuk menginap. Ada beberapa kuil yang memperbolehkan para tamu untuk ikut dalam meditasi Zazen, sedangkan yang lainnya hanya menyediakan kamar untuk tamu-tamu yang membayar.

Youth Hostel

Terdapat sekitar 320 Youth Hostel (http://www.jyh. or.jp/)(Bahasa Inggris)di Jepang, yang memberikan tempat yang bersih dan sederhana untuk tidur dengan tarif yang sangat murah. Beberapa di antaranya terbuka untuk umum, tetapi yang lainnya dikelola secara pribadi dan memerlukan keanggotaan di Japan Youth Hostels, Inc., atau International Youth Hostel Federation. Anda dapat mendaftarkan keanggotaan Anda di International Youth Hostel Federation di negara Anda atau melalui kantor pusat nasionalnya di Tokyo.

Meskipun namanya berarti penginapan remaja, tidak ada batasan umur bagi tamu-tamu youth hostel. Namun, bila dibandingkan dengan bentuk akomodasi lain, di youth hostel terdapat lebih banyak aturan. Youth hostel biasanya bertarif sekitar ¥3,000 per orang, tanpa makan.

Pajak dan Tarif Pelayanan

Umumnya tarif pelayanan sebesar 10 – 15% ditambahkan sebagai ganti pemberian tip individual, dan pajak konsumsi sebesar 5% juga dikenakan.

Di Tokyo, terdapat “Pajak Akomodasi” yang dipungut dari semua tamu asing maupun Jepang yang menginap di hotel-hotel dan ryokan yang bertarif ¥10,000 ke atas per orang per malam di luar makanan. Pajak sebesar ¥100 per orang per malam dikenakan kepada mereka yang menginap di tempat bertarif antara ¥10,000 – ¥14,999, dan ¥200 kepada mereka yang menginap di tempat bertarif ¥15,000 ke atas.

Prosedur Pendaftaran di Fasilitas Penginapan

Pengunjung Jepang diminta untuk melakukan prosedur-prosedur berikut ini ketika mereka check-in di fasilitas penginapan Jepang sebagai langkah pencegahan penyakit menular dan terorisme.

• Mengisi kewarganegaraan dan nomor paspor serta nama, alamat dan pekerjaan mereka di formulir pendaftaran. • Menyerahkan paspor untuk difotokopi. (pemilik fasilitas penginapan diwajibkan menyimpan fotokopi ini.