SHARE THIS ARTICLE

Paras cantik dan tubuh proposional jadi ciri khas pramugari. Namun, maskapai terkadang dinilai memanfaatkan keseksian pramugari untuk menarik traveler. Seragam mini dress pramugari Skymark di Jepang pernah jadi sorotan.

skymark1 (1)
Para pramugari Skymark dengan pakaian mini dress yang mendapat kecaman (AFP)

Pramugari memikul tugas yang tak ringan. Mereka harus bersikap ramah dan murah senyum terlepas dari kondisi yang sedang dirasakan. Kenyamanan dan keamanan penumpang jadi kewajiban yang nomor satu. Pramugari yang baik, juga bakal membawa nama baik terhadap maskapainya.

Tapi ternyata, beberapa maskapai dinilai memanfaatkan pramugari demi melakukan sebuah promosi. Seperti ditengok dari AFP, Jumat (25/4/2014) adalah Skymark yang pernah dikecam habis-habisan karena menyiapkan pakaian mini dress untuk seragam pramugarinya.

Skymark menyiapkan seragam khusus tersebut untuk melakukan promosi pada 10 pesawat Airbus A330-300 barunya. Namun begitu dipublikasikan pada awal bulan Maret 2014 lalu, Japan Federation of Cabin Attendants atau federasi kabin pesawat di Jepang langsung mengecam!

Kami khawatir bahwa desain seragam ini dapat menyebabkan masalah pelecehan seksual. Meski seragamnya dimaksudkan untuk menarik lebih banyak penumpang, tapi itu sebenarnya menunjukan bagaimana mereka memperlakukan wanita,” ungkap pernyataan dari Japan Federation of Cabin Attendants.

Rencananya, seragam mini dress untuk pramugari Skymark akan dikenakan pada musim semi dengan beberapa rute seperti Haneda-Fukuoka. Ternyata, seragam mini dress untuk pramugari Skymark itu hanya akan dikenakan mulai 31 Mei 2014 sampai 6 bulan ke depan. Setelahnya, mereka akan kembali mengenakan seragam seperti biasa dan tidak menggenakan mini dress lagi.

Pihak maskapai tampaknya tidak mempersoalkan seragam tersebut. “Kami tidak akan memaksakan pramugari untuk mengenakan seragam tersebut kalau mereka tak mau,” kata Presiden Direktur Skymark, Shinichi Nishikubo.

skymark1 (2)
Seragam mini dress dianggap dapat menimbulkan pelecehan seksual

Tapi apa pun pernyataan dari pihak Skymark, Japan Federation of Cabin Attendants tetap mengecam. Bahkan, mereka terang-terangan menyebut, ketika ada maskapai memberlakukan wanita layaknya produk untuk menarik penumpang, Anda harus meragukan moralitas perusahannya.

Kasus seperti ini sebenarnya kerap terjadi pada dunia penerbangan. Dalam beberapa tahun ke belakang, ada kasus kalender seksi pramugari Nok Air dari Thailand dan Ryanair dari Irlandia yang memuat foto-foto pramugari berbusana seksi dan berpose erotis. Lalu, ada juga kasus heboh Spring Airlines dari Shanghai dengan membuat seragam pelayan seksi untuk pramugarinya.

Rasanya, kasus-kasus seperti ini akan terus ada dan selalu jadi perdebatan. Kecaman pun bakal terus berdatangan selama maskapai ‘menjual’ keseksian pramugari untuk promosi atau kegiatan tertentu. Di satu sisi adalah kepentingan maskapai dan di lain sisi adalah sekelompok yang peduli dengan martabat wanita.

Bagaimana menurut Anda?

Source : travel.detik.com
COMMENT