Berita Jepang | Japanesestation.com

Ingin melihat lukisan luar biasa di atas “kanvas” yang tak kalah luar biasa? Datang saja ke Inakadate di Aomori, pusatnya seni ladang padi alias Tanbo Art di Jepang! Nah, memangnya, seperti apa sih seni ladang padi alias Tanbo Art ini? Yuk kita lihat pembahasannya!

Apa Itu Tanbo Art?

seni ladang padi japanesestation.com
Seni ladang padi di Inakadate (livejapan.com)

Seni ladang padi alias Tanbo Art adalah sebuah kreasi seni gambar dan huruf yang dibentuk dengan cara menanam berbagai tipe warna padi. Nah, Desa Inakadate yang terletak di pusat Prefektur Aomori adalah desa pertama yang membuat seni ladang padi di Jepang!  

Awalnya, Tanbo Art digunakan untuk mempromosikan brand beras lokal, Tsugaru Otoe pada tahun 1993 silam, Saat itu, para staf di kantor desa memiliki ide bahwa akan lebih menarik perhatian masyarakat jika mereka melakukan hal lain selain budidaya padi, misalnya dengan membuat gambar dari 3 tipe padi dengan warna berbeda. Nah, jadi deh Tanbo Art yang kita kenal sekarang!

Bagaimana Sih Cara Membuat Seni Ladang Padi?

seni ladang padi japanesestation.com
Seni ladang padi di Inakadate (livejapan.com)

Awalnya, mereka menggunakan 3 padi dengan warna berbeda, namun, kini mereka menggunakan 13 jenis padi dengan 7 warna berbeda yang membuat representasi, ekspresi, dan pakaian objek gambar terlihat lebih nyata!

Desainnya sendiri selalu berganti setiap tahunnya dengan guru seni di sekolah desa ikut turun tangan. Gambar ini akan digambar dalam perspektif tertentu, sehingga gambarnya tak akan “rusak” saat dilihat melalui sebuah observation deck.

Nah, saat sebuah desain sudah diputuskanm varian padi yang akan ditanam pun dipilih dan sebuah blueprint pun dibuat. Posisi penanaman benih pun ditentukan mengikuti blueprint yang telah rampung. Setelah semuanya selesai, penanaman pun dimulai. Saat padi tumbuh, seni ladang padi pun akan rampung, Benar-benar luar biasa!

Siapapun bisa berpartisipasi dalam penanaman padi ini jika mereka melakukan reservsi sebelumya. Even penanaman padi akan digelar setiap tahunnya mulai dari pertengahan Mei dan panen akan dimulai pada awal hingga pertengahan September. Jika tertarik, kamu bisa mencoba reservasi dalam situs resmi Inakadate (tersedia dalam bahasa Inggris!). Sistemnya menggunakan sistem siapa cepat, siapa dapat, jadi jika kamu tertarik, akan lebih baik jika melakukan reservasi secepat mungkin ya!  

Tema Terus Berganti!

seni ladang padi japanesestation.com
Seni ladang padi di Inakadate (livejapan.com)

Tadi sempat disinggung kan kalau tema seni ladang padi ini terus berganti setiap tahunnya? Nah, tema pada tahun 2015 adalah film Hollywood. Film masterpiece  Gone with the Wind dan Star Wars: the Force Awakens pun dilukis di atas ladang padi. Adegan di mana Rhett Butler memeluk Scarlett O'Hara dalam poster filmnya dibuat sangat sempurna di atas “kanvas” sawah!

seni ladang padi japanesestation.com
Seni ladang padi di Inakadate (livejapan.com)

Pada tahun 2017, temanya adalah dongeng Jepang Momotaro dan Legenda Yamata no Orochi, cerita mitologi tentag seekor naga Jepang berekor dan berkepala 8. Warna bulu anjing yang kontras dan gambar Momotaro-nya sangat realistis!

seni ladang padi japanesestation.com
Seni ladang padi di Inakadate (livejapan.com)

Tema untuk tahun 2018 adalah Roman Holiday dan karakter buatan Tezuka Osamu. Adegan di mana Joe Bradley dan Princess Ann mengendarai sebuah Vespa di kota Roma dalam film Roman Holiday digambarkan kembali. Ekspresi kedua gambar di Tanbo Art di atas terlihat sangat nyata kan?

Nah, untuk tahun 2020 ini, temanya adalah Mona Lisa, lukisan yang dibuat oleh seniman Italia ternama, Leonardo da Vinci dan anime Evangelion yang sangat populer di Jepang. Mona Lisa ditampilkan di first venue mulai 1 JUni hingga 11 Oktober dan Evangelion ditampilkan di second venue mulai 13 Juni hingga 11 Oktober.

Di Mana Kita Bisa Melihat Seni Ladang Padi Inakadate?

Ada beberpa tempat yang sempurna untuk melihat karya seni luar biasa ini. Pertama, ada Inakadate Village Observatory (first venue) dan Yayoi no Sato Observatory (second venue).

Inakadate Village Observatory terletak di dalam Kantor Pemerintah Inakadate dan ladangnya dapat dilihat dari sebuah observation deck di lantai 4 dan menara kastil di lantai 6. Tiket untuk memasuki observation deck-nya dijual di pintu masuk observation deck di lantai pertama sementara tiket untuk menara dijual di lantai 4.

Sementara itu, Yayoi no Sato Observatory ada di Inakadate Yayoi no Sato Road Station. Tempat ini memiliki sebuah restoran dan kantor direct sale, sempurna buatmu yang ingin makan dan membeli oleh-oleh!

Selain itu, ada Tanbo Art Station di Konan Railway Konan Line yang berjarak sekitar 30 menit jalan kaki dari Inakadate Village Observatory yang membuka kesempatan observasi pada April hingga November.

Jika kamu datang dari Tokto, naiklah Tohoku Shinkansen Hayabusa dari Stasiun menuju Stasiun Shin-Aomori dan pindah ke JR Ou Main Line lalu turun di Stasiun lalu pindah ke Konan Railway Konan Line menuju Tanbo Art Station. Saat pertengahan Juni hingga awal Oktober, saat padi berkembang sempurna, shuttle bus gratis Tasaabei akan menghubungkan kedua venue setiap 30 menit sekali. Yayoi-no-Sato Observatory berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Tanbo Art Station, jadi, akan lebih baik jika mengunjungi second venue terlebih dahulu lalu menuju first venue dengan bus!

Nah, waktu terbaik untuk melihat seni ladang padi ini adalah pada pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus, saat jarak antara padi menghilang. Penasaran dengan seni ladang padi ini? Kunjungi saja Desa Inakadate ya!

Sumber:

Live Japan

Aomori Sightseeing Guide