Jiyukajin
Jiyukajin adalah tempat kerajinan tradisional mizuhiki khas Kanazawa. Biasanya mizuhiki hanya dikenal sebagai hiasan amplop uang, tapi di galeri ini, simpul-simpul tersebut menjadi benda seni bernilai tinggi. Suasana tokonya sangat estetik dan tenang, memamerkan berbagai produk mulai dari perhiasan, dekorasi interior, hingga lampu hias yang semuanya terbuat dari jalinan tali kertas warna-warni.
Jam buka: 10:00 - 16:0
Harga produk: 1.500 - 3.000 yen
Oishii Ippuku
Oishii Ippuku Kaburaki adalah kafe yang merupakan bagian dari toko keramik kutani yang sangat bersejarah di Distrik Samurai Nagamachi. Semua makanan dan minuman yang kita pesan, mulai dari kopi, matcha, hingga makan siang, disajikan menggunakan piring dan gelas keramik kutani. Menu yang populer di sini adalah paket matcha dengan wagashi (kue manis) atau "Ippuku Bento".
Jam buka: 10.00 – 18.00 (makan malam butuh reservasi khusus)
Disarankan mengecek jadwal buka toko terlebih dahulu, karena liburnya tidak tentu
Budget: 800 - 1.200 yen (kopi/teh/kue), 3.000 - 4.000 yen (meal).
Kutani Kinuya
Kutani Kinuya adalah toko sekaligus studio keramik yang lokasinya di gerbang jalan wisata utama Yamanaka Onsen (Yuge Kaido). Begitu masuk, kita langsung dikelilingi oleh rak-rak yang penuh dengan keramik Kutani “Kutani-yaki” khas daerah ini.
Aktivitas paling menarik di sini adalah mencoba workshop melukis keramik (E-tsuke). Kita bisa memilih piring atau cangkir putih polos, lalu melukisnya sendiri menggunakan cat warna-warni khas Kutani. Tidak perlu takut salah karena ada instruktur yang akan memandu cara memakai kuasnya.
Jam buka: setiap hari 09.00 -18.00
Workshop melukis keramik: 1.500 - 2.500 yen (tidak termasuk ongkir pengiriman keramik yang sudah dibakar)
Hana Tsubaki Ryokan
Hana Tsubaki adalah ryokan yang lokasinya persis di pinggir Lembah Kakusenkei yang terkenal di Yamanaka Onsen. Karena posisinya di tebing sungai, keunggulan utamanya adalah pemandangan alam yang bisa dinikmati langsung dari kamar maupun lobi. Suasananya sangat tenang dan hijau, rasanya seperti menginap di tengah hutan, tapi dengan fasilitas hotel yang lengkap.
Fasilitas yang paling berkesan di sini adalah pemandian air panas terbukanya (rotenburo) yang bernama "Yu-Yu". Lokasi bak mandinya ada di bagian bawah dekat aliran sungai, jadi kita bisa berendam di air panas sambil mendengar suara air sungai yang deras di sebelahnya.
Makan malam disajikan dengan gaya kaiseki (menu berurutan) yang mewah, biasanya berisi hidangan laut segar dari Laut Jepang atau kepiting saat musim dingin.
Waktu standar check-in adalah pukul 15.00 dan check-out pukul 10.00. Mereka menyediakan fasilitas shuttle bus gratis dari Stasiun Kagaonsen (sekitar 20-30 menit perjalanan) yang harus dipesan sebelumnya. Untuk harga, menginap di sini berkisar antara 15.000 - 25.000 yen per orang per malam (biasanya sudah termasuk makan malam dan sarapan).
Hari Ketiga
Natadera
Natadera adalah kompleks kuil yang sangat unik karena bangunannya menyatu dengan alam, khususnya tebing-tebing batu raksasa yang berlubang-lubang alami. Berbeda dengan kuil biasa yang hanya berupa bangunan kayu di tanah datar, di sini daya tarik utamanya adalah pemandangan tebing batu putih yang dikelilingi pepohonan besar dan taman berlumut.
Di kuil pertama “kondo” terdapat patung Kannon dengan 11 wajah. Selain itu, ada gardu pandang di bagian atas bukit di mana kita bisa melihat pemandangan seluruh kompleks kuil dan tebing batu dari ketinggian yang sangat bagus untuk spot foto.
Jam buka: 08:30 - 16:45 (penjualan tiket terakhir jam 16:15)
Tiket: 600 yen (regular) dan 800 yen (tiket terusan ke area taman khusus dan bangunan bersejarah)
Yunokuni no Mori
Yunokuni no Mori adalah sebuah desa wisata kerajinan yang sangat luas dan asri, letaknya dikelilingi hutan alami. Konsep tempat ini unik karena mereka memindahkan rumah-rumah tradisional Jepang kuno (Kominka) beratap jerami ke area ini, dan setiap rumah dijadikan studio untuk kerajinan yang berbeda-beda.
Daya tarik utama di sini adalah aktivitas pengalaman membuat kerajinan yang pilihannya sangat banyak. Kegiatan ini sangat cocok untuk keluarga atau pemula karena diajarkan langsung oleh pengrajinnya. Salah satunya adalah mengukir mangkuk kecil yang kemudian akan dibalur dengan lembaran emas oleh instrukturnya.
Jam buka: 09.00 – 16.30 (loket tiket tutup pukul 16.00)
Hari Kamis biasanya libur, jadi harap cek dulu sebelum datang.
Tiket: 550 yen
Workshop: 1.100 – 3.000 yen.
Komatsu Machiya Bunko Cafe
Kafe ini memanfaatkan bangunan machiya (rumah kayu tradisional Jepang) tua yang telah direnovasi. Begitu masuk, suasananya terasa sangat cozy dan retro. Di dalamnya terdapat banyak rak berisi buku-buku bekas yang bisa dibaca di tempat atau dibeli.
Tempat ini sangat cocok bagi kalian yang ingin mencari ketenangan karena suasananya hening dan nyaman, serasa bertamu ke rumah nenek di pedesaan Jepang. Menu mereka berganti-ganti, khususnya untuk omakase lunch plate, salah satunya karaage dan beberapa sayur dan ubi yang dipanen di daerah sekitar.
Jam buka: Rabu – Sabtu, 11.00 – 17.00
Budget: 500 – 800 yen (kopi dan kue), 1.000 – 2.500 yen (makan siang)
Aeon Mall Shinkomatsu
Aeon Mall ini menjadi pemberhentian terakhir di Ishikawa. Untuk yang tidak sempat membeli oleh-oleh, Aeon Mall bisa menjadi pilihan yang cukup praktis. Tempat ini juga memiliki fasilitas yang lengkap, seperti playground untuk area bermain anak.
Banyak vendor-vendor yang menarik yang bisa dikunjungi saat datang ke AEON. Salah satunya jika kalian mencari oleh-oleh untuk kerabat terdekat atau bahkan cari keperluan sehari-hari pun bisa dilakukan di dalam AEON MALL ini.
Ini salah satu vendor yang bisa kalian datangi jika ingin mencari souvenir murah dan berkualitas di Jepang dengan harga yang terjangkau. 3 Coin bisa jadi pilihan yang pass di hari terakhir kamu jika mengunjungi Ishikawa.
Begitulah rekomendasi rangkaian perjalanan 3 Hari berwisata di Ishikawa. Dari artikel ini manakah tempat yang paling ingin kalian kunjungi? Jangan lupa bagikan pengalaman kalian juga.
Sumber: dokumentasi tim Japanese Station