Prefektur Ishikawa terletak di Area Chubu (Pulau Honsu) ternyata memiliki banyak tempat tujuan wisata yang penuh sejarah. Dikelilingi alam yang indah, prefektur ini juga cocok untukmu yang menyukai hal-hal tradisional, terutama kerajinan dan seni. Kali ini, JS berkesempatan mengunjungi Ishikawa selama 3 hari pada musim dingin ini. Ikuti perjalanan JS di sini yang pastinya bisa memberikanmu banyak inspirasi untuk jalan-jalan di Ishikawa.
Hari Pertama
Stasiun Kanazawa
Stasiun Kanazawa adalah salah satu dari stasiun terindah di dunia. Begitu keluar dari area kedatangan, pandangan langsung tersedot oleh kemegahan gerbang kayu raksasa yang berdiri kokoh di pintu masuk utama. Desain dua pilar kayunya yang tebal dan melengkung elegan merupakan visualisasi dari tsuzumi—gendang tradisional yang digunakan dalam seni teater Noh, kebanggaan budaya kota ini.
Stasiun ini menyediakan fasilitas Tourist Information Center yang menawarkan panduan bagi wisatawan mengenai destinasi wisata di seluruh wilayah Ishikawa. Fasilitas ini menyediakan berbagai literatur perjalanan multibahasa yang dapat diakses secara bebas oleh pengunjung. Salah satu fitur unggulannya adalah layanan pengiriman bagasi langsung ke hotel.
Coil
Restoran ini merupakan perpaduan antara makanan tradisional dengan sentuhan artistic modern. Mereka menawarkan konsep Do-It-Yourself (DIY), di mana pengunjung bisa berperan aktif menggulung sushi mereka sendiri menggunakan alat bambu yang disediakan. Pengunjung bebas bereksperimen dengan lebih dari 50 pilihan topping. Makanan disajikan dengan unik, dengan kotak besar seperti delivery makanan pada zaman dulu.
Coil Okamochi Set seharga 4.200 yen juga termasuk sesi membuat matcha dengan menyeduh sendiri berbagai varian teh khas Ishikawa menggunakan ketel besi tradisional.
Kenrokuen
Taman ini merupakan salah satu dari 3 taman terindah yang ada di Jepang. Dengan biaya masuk hanya 320 yen kita bisa menikmati keindahannya. Pada musim dingin, danau yang berada di tengah taman ini membeku, sehingga memberikan keindahan tersendiri.
Karena letaknya di atas bukit, dari taman ini kita bisa melihat sedikit kota Kanazawa dari atas.
21 Century Museum
Museum ini menawarkan pengalaman seni yang sangat unik lewat arsitektur bangunannya yang berbentuk lingkaran kaca transparan tanpa sudut, menciptakan suasana terbuka yang menyatu dengan kota. Daya tarik utamanya adalah instalasi "The Swimming Pool" karya Leandro Erlich, sebuah ilusi optik jenius di mana pengunjung bisa berfoto seolah-olah berjalan di dasar kolam tanpa basah, sementara pengunjung lain melihat dari atas permukaan air.
Leandro ERLICH, "The Swimming Pool", 2004
Courtesy: 21st Century Museum of Contemporary Art, Kanazawa
Selain itu, di dinding-dinding bangunan ini banyak sekali mural-mural hasil karya dari banyak artis.
tephen ESPO Powers, I Left A Message, 2025
© Stephen ESPO Powers
Installation view: SIDE CORE: Living road, Living space, 21st Century Museum of Contemporary Art, Kanazawa, 2025
Courtesy: 21st Century Museum of Contemporary Art, Kanazawa
Jam buka: 10.00 - 18.00 (Jumat dan Sabtu hingga 20.00) dan tutup setiap hari Senin.
Tiket galeri pameran & akses area bawah kolam: sekitar 1.200 yen (tergantung pameran)
Area publik (lorong kaca) gratis
Higashi Chaya
Higashi Chaya District adalah distrik geisha terbesar dan paling terawat di Kanazawa, yang menawarkan atmosfer kental zaman Edo. Jalanan utamanya dihiasi deretan rumah teh (ochaya) kayu dua lantai yang dulunya menjadi tempat hiburan eksklusif bagi kaum saudagar kaya. Saat ini, banyak bangunan bersejarah tersebut telah beralih fungsi menjadi kafe, toko kerajinan emas (gold leaf) khas Kanazawa, dan butik souvenir.
Di area ini terdapat Shima Geigi House (Shima Teahouse), bangunan dari tahun 1820 yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional. Arsitekturnya didesain murni untuk hiburan tanpa lemari penyimpanan, menampilkan ruang tamu yang halus, koleksi alat musik shamisen, serta aksesori rambut para geisha.
Area jalanan distrik ini buka 24 jam dan gratis, namun toko-toko umumnya beroperasi pukul 09.00 - 17.00. Khusus untuk museum Shima Geigi House, tiket masuk dikenakan biaya 500 yen (dewasa). Museum ini buka setiap hari pukul 09.00 - 18.00 (tutup lebih awal pukul 17:00 saat musim dingin/Desember-Februari). Disarankan membawa uang tunai kecil untuk tiket dan suvenir.
Hakuichi
Kunjungan ke Hakuichi memberikan pengalaman langsung akan kemewahan kerajinan emas (gold leaf) yang menjadi identitas kota Kanazawa. Daya tarik utamanya tentu saja mencicipi Kinpaku Soft Ice Cream yang legendaris, di mana satu lembaran emas murni utuh diletakkan menyelimuti es krim susu yang lembut.
Pengalaman menjadi semakin berkesan dengan mengikuti Gold Leaf Pasting Workshop (Haku-hari taiken). Di sini, pengunjung diajarkan teknik menempelkan lembaran emas yang sangat tipis (hanya 0,0001 milimeter) ke atas sebuah kotak suvenir.
Jam buka: setiap hari, 09.00 - 18.00.
Biaya workshop: 1.500 - 2.000 yen per orang (jika datang dalam grup, disarankan reservasi)
Kanazawa New Grand Hotel
Menginap di Kanazawa New Grand Hotel memberikan pengalaman yang memadukan kenyamanan modern dengan nuansa klasik yang tenang. Lokasinya sangat strategis di area Minamicho, hanya beberapa langkah dari Kuil Oyama yang ikonik dan kawasan distrik samurai Nagamachi. Untuk tempat sarapan berada di lantai 12, dari sini tidak cuma menikmati makanan-makanan yang enak, tetapi juga bisa melihat pemandangan indah kota Kanazawa dari atas.
Hotel ini memiliki waktu standar check-in pukul 14.00 dan check-out pukul 11.00. Kisaran harga kamar bervariasi tergantung pada tipe gedung dan musim, biasanya mulai dari 8.000 yen hingga 20.000 yen per malam.
CRAFEAT
CRAFEAT menawarkan konsep makan malam yang sangat berbeda karena restoran ini diproduksi langsung oleh pengrajin Wajima Lacquerware (kerajinan pernis tradisional Jepang) yang legendaris. Di sini, pengunjung tidak hanya menyantap makanan, tetapi juga "mengalami" keindahan seni kriya Ishikawa karena setiap hidangan disajikan di atas piring, mangkuk, dan gelas kerajinan tangan asli yang mewah.
Lantai 1 berkonsep bar kasual di mana Anda bisa menikmati menu à la carte yang hangat dan hidangan laut lokal dengan suasana santai. Lantai 2 lebih eksklusif dan privat, menyajikan full course modern Japanese cuisine yang menggunakan bahan-bahan premium lokal Ishikawa seperti daging Noto dan ikan Nodoguro.
Jam buka: 17.00 - 23.00 (buka lebih awal pukul 16.00 pada akhir pekan)
Tutup hari Selasa
Budget: 4.000 - 6.000 yen per orang (lantai 1) dan 12.000 yen per orang (lantai 2)
Disarankan untuk reservasi
Hari Kedua
Oomicho
Pasar Oomicho dikenal sebagai "Dapurnya Kanazawa" dan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Di sini isinya sangat lengkap, mulai dari kios-kios yang menjual seafood segar seperti kepiting dan udang manis, toko buah-buahan premium, hingga sayuran lokal. Suasananya ramai tapi tetap tertata rapi, kita bisa melihat langsung interaksi warga lokal yang belanja kebutuhan harian bercampur dengan turis yang sedang berburu kuliner.
Untuk urusan makanan, menu andalan di sini adalah Kaisendon. Kualitas ikannya sangat segar karena diambil langsung dari pasar itu juga dan porsinya biasanya cukup besar. Selain makan berat di restoran, pasar ini juga seru buat jajan sambil jalan (street food).
Toko-toko di pasar ini umumnya buka dari pukul 09.00 sampai 17.00. Kalau mau makan siang di restorannya, rata-rata baru buka jam 11:00. Hindari datang hari Rabu karena banyak toko yang libur di hari itu.
Gyokusen-an
Gyokusen-an adalah kedai teh tradisional yang lokasinya ada di dalam Taman Gyokusen-inmaru, area Kastil Kanazawa. Daya tarik utamanya adalah ruangannya yang menghadap langsung ke taman dengan jendela kaca besar. Jadi, sambil duduk di dalam ruangan berlantai tatami, kita bisa melihat pemandangan kolam dan susunan dinding batu kastil yang rapi tanpa terhalang apa pun.
Menu yang disajikan di sini simpel, yaitu satu set matcha hangat dan wagashi (kue manis tradisional). Pengunjung tidak perlu khawatir soal tata krama upacara teh yang kaku, karena suasananya cukup santai.
Jam buka: setiap hari, 9:00 - 16:30 sore (last order 16:00)
Harga untuk satu paket teh & kue: 1.700 yen.