SHARE THIS ARTICLE

Himono-Onna japanese dry fish woman

Sebagian besar dari Anda tahu apa itu ikan kering, kan? Tapi apa itu “wanita ikan kering”? Masyarakat Jepang tampaknya seperti mengkategorikan orang-orang yang berbeda dan memberi mereka nama-nama yang lucu. Salah satunya adalah “himono onna” atau “wanita ikan kering.”

Himono onna adalah seorang wanita muda, biasanya berumur di akhir 20 tahunan atau lebih tua yang telah menyerah pada hubungan, cinta dan seks.

Menurut entri Wikipedia Jepang, “himono onna” dapat dicirikan sebagai berikut:

– Sering terlambat membalas pesan/email dan balasannya cukup pendek (saat ia tidak dapat diganggu).
– Jika memakan makanan cepat saji, maka ia mungkin memakannya sambil berdiri di dapurnya.
– Jika ia lupa sesuatu di rumah, ia bisa memasuki apartemennya dengan memakai sepatu, bergerak dengan lututnya karena ia terlalu malas untuk melepas sepatunya (di Jepang Anda harus melepas sepatu Anda sebelum masuk bahkan di rumah Anda sendiri).
– Pada hari liburnya, ia tidak akan memakai make-up.
– Ia mungkin pergi ke salon / ahli kecantikan hanya sekali setiap 6 bulan.
– Selama musim dingin, ia tidak mencukur / wax rambut-rambut di tubuhnya dengan benar atau mungkin telah berhenti sepenuhnya.
– Ia tidak memiliki masalah memasuki Izakaya (pub Jepang) seorang diri.
– Ia tidak merasa bahwa ada orang yang mendebarkan hatinya baru-baru ini.

Karakter utama wanita dari sebuah manga populer “Hotaru no Hikari,” yang juga telah dibuat menjadi sebuah drama, sebenarnya adalah himono onna! Menurut serial itu, “wanita ikan kering” adalah seseorang yang memakai wajah tulus ketika di luar apartemennya. Namun, segera setelah ia pulang, ia berganti pakaian dengan yang nyaman, mengikat rambutnya hingga bergaya jambul samurai dan menikmati sekaleng minuman. Ia bahkan mungkin menggaruk pantatnya atau bersendawa.

Karena himono onna tidak berniat untuk memiliki anak di masa depan, ia hanya menggunakan semua uang jerih payahnya untuk dirinya sendiri. Biasanya wanita ikan kering tidak bergabung dengan kegiatan sosial. Mereka lebih senang untuk langsung pulang setelah bekerja bukannya pergi dengan rekan kerja atau temannya.

Meskipun masyarakat telah berubah, tapi di Jepang masih terasa tidak biasa bagi seorang wanita berumur lebih dari 30 tahun yang belum menikah. Orang-orang terus membicarakannya, menatapnya. Sehingga ada banyak tekanan.

Di sisi lain, wanita seperti itu agak umum di sebagian besar negara Barat. Di sana, bukan masalah besar jika seseorang lebih dari 30 tahun tapi masih lajang dan tidak memiliki anak – atau tidak berniat menciptakan sebuah keluarga. Tidak ada yang peduli. Hal ini telah menjadi sesuatu yang normal.

Anehnya, himono onna telah benar-benar mulai merangkul julukan tersebut dan bangga menjadi mereka apa adanya, meskipun para wanita seperti ini masih cukup langka. Karena gaya hidup mereka bertentangan dengan apa yang dianggap “normal”, nama yang funky pun dibuat sebagai label “tidak normal” atau “aneh.”

Akhir-akhir ini ada semakin banyak wanita yang berfokus membangun karir untuk diri mereka sendiri. Usia pernikahan juga akan naik. Dalam beberapa tahun, mungkin norma untuk menikah akan agak terlambat atau bahkan akan tetap melajang.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seorang himono onna?

[Source: zoomingjapan.com]

Graphic © NTV

COMMENT