SHARE THIS ARTICLE

Di dasar laut Kepulauan Ryukyu, terbaring reruntuhan struktur tua yang diyakini sebagai piramida kuno. Situs ini sekarang dikenal sebagai Monumen Yonaguni.

Monumen Yonaguni, Jepang. ©2014 Merdeka.com/Culture Wanderer
Monumen Yonaguni, Jepang. ©2014 Merdeka.com/Culture Wanderer

Menurut Wikipedia, situs ini adalah formasi bebatuan raksasa yang ditemukan di dasar laut sekitar Pulau Yonaguni, Jepang. Sekilas memandang, struktur ini tampak seperti piramida berundak bangsa Inca dan Maya.

Keberadaannya mengundang berbagai spekulasi mengenai asal-usulnya. Ada ahli yang mengemukakan teori kalau struktur ini merupakan kreasi alam, ada juga yang berpendapat kalau Monumen Yonaguni terbuat dari batu utuh yang kemudian dimodifikasi oleh manusia.

Mengenai lokasinya yang berada di bawah laut, teori yang paling populer mengatakan kalau monumen ini dulunya berada di daratan. Tetapi kemudian tenggelam setelah peristiwa banjir besar yang menenggelamkan sebagian daratan di bumi ribuan tahun lalu.

Photo by Kihachiro Aratake/Hidden Archaeology
Photo by Kihachiro Aratake/Hidden Archaeology

Teori ini diperkuat dengan perkiraan usia situs yang diamati para peneliti. Jika dilihat dari formasi stalaktit yang ada di salah satu gua di monumen Yonaguni, situs ini berumur sekitar 5.000 tahun. Sementara reruntuhan yang terdapat di sekitar pesisir pantai menunjukkan usia sekitar 1.600 tahun.

Photo by Travel67.Wordpress via American in Bosnia
Photo by Travel67.Wordpress via American in Bosnia

Beberapa orang bahkan meyakini kalau situs ini adalah peninggalan bangsa Mu, peradaban utopis dalam legenda yang hancur karena tersapu gelombang seperti Atlantis.

Source : merdeka.com
COMMENT