Indonesia Perlu Belajar Tangani Kecelakaan Pesawat dari Jepang


Pesawat terbang Boeing 787 Dreamliner milik maskapai penerbangan Japan Airlines. Foto: YOSHIKAZU TSUNO / AFP
Pesawat terbang Boeing 787 Dreamliner milik maskapai penerbangan Japan Airlines. Foto: YOSHIKAZU TSUNO / AFP
Pesawat terbang Boeing 787 Dreamliner milik maskapai penerbangan Japan Airlines. Foto: YOSHIKAZU TSUNO / AFP

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan Indonesia perlu membenahi penanganan kecelakaan moda transportasi udara.


Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo mengatakan, salah satu penanganan kecelakaan pesawat yang terbaik dilakukan oleh Japan Airlines. “Bagaimana penanganan korban yang ideal. Di kita banyak kasus yang menyebabkan korban meninggal seperti Mandala, Adam Air bahkan sebagian korban tidak ditemukan, Sukhoi, dan terakhir AirAsia. Sayangnya, kita tidak punya pola ideal perlindungan konsumen,” kata Sudaryatmo dalam diskusi, Minggu (25/1/2015).

Sudaryatmo lantas mencontohkan, Japan Airlines adalah salah satu maskapai yang memiliki penanganan korban kecelakaan yang baik. Waktu itu 12 Januari 1985, Japan Airlines mengalami kecelakaan 12 menit setelah tinggal landas dari Bandar Udara Haneda, Tokyo, Jepang. Sebanyak 520 orang meninggal dunia dari total penumpang 524 jiwa.

Must Read  Inilah Selebriti Jepang Yang Masuk Daftar Wajah Tercantik dan Tertampan TC Candler 2017

“Pertama, yang dilakukan Japan Airlines adalah membentuk paguyuban ahli waris untuk memastikan tidak ada ahli waris yang terlantar paska-kecelakaan,” imbuh Sudaryatmo. Kedua, sambung dia, pasca-kecelakaan tersebut Japan Airlines membentuk Japan Airlines Safety Training Center.

“Bahkan beberapa orang menyampaikan, ini adalah salah satu yang terbaik di dunia,” kata dia.

Ketiga, Japan Airlines membangun monumen di mana di situ tertulis nama-nama korban. Setiap tahun, keluarga korban bisa mengenang anggota keluarga mereka yang menjadi korbang Japan Airlines.

Must Read  4 Orang Meninggal Dalam Kebakaran di Sebuah Adult Entertaintment Shop Jepang

“Di monumen tersebut juga dituliskan ‘Never Again’. Ini menjadi peringatan semua pihak agar tidak terjadi lagi,” ucap Sudaryatmo.

Terakhir, Sudaryatmo melanjutkan, hal yang cukup membanggakan adalah CEO Japan Airlines meminta maaf dan mengundurkan diri.

“CEO Japan Airlines meminta maaf atas terjadinya kecelakaan, membungkukkan badan, dan mengundurkan diri. Ini menurut saya, cara penanganan kecelakaan yang elegan,” tukas Sudaryatmo.

Source : bisniskeuangan.kompas

What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sugoi! Sugoi!
0
Sugoi!
Honto Ni? Honto Ni?
0
Honto Ni?
Kanashii Ne Kanashii Ne
0
Kanashii Ne
Nani Kore?! Nani Kore?!
0
Nani Kore?!
Daisuki! Daisuki!
0
Daisuki!
Kowai Kowai
0
Kowai
Kawaii~ Kawaii~
0
Kawaii~
Vie Asano

I'm a writer, food lover, cute stuff addict, Japan culture big fans

Indonesia Perlu Belajar Tangani Kecelakaan Pesawat dari Jepang

Pilih Format
Trivia quiz
Buat pertanyaan untuk mengetahui seberapa luas pengetahuanmu
Polling
Buat polling dan ajak pembaca untuk memilih
Artikel
Original artikel atau berita seputar Jepang
Artikel List
Buat daftar atau peringkat berita seputar Jepang
Ranked List
Ranked List
Meme
Unggah gambar dan buat meme kalian di sini